Panduan Memilih Kode KBLI 2025 yang Tepat untuk Legalitas Perusahaan

Panduan Memilih Kode KBLI 2025 yang Tepat untuk Legalitas Perusahaan

KBLI 2025, kode KBLI 2025, cara memilih KBLI 2025, panduan memilih KBLI, kode KBLI untuk perusahaan, KBLI perusahaan, KBLI OSS, KBLI NIB, cara menentukan K

18 Aug 2026 | 45 views



Panduan Memilih Kode KBLI 2025 yang Tepat untuk Legalitas Perusahaan

Memilih kode KBLI 2025 yang tepat merupakan salah satu langkah penting dalam menata legalitas perusahaan. Bagi pelaku usaha yang sedang mendirikan PT, CV, maupun mengurus NIB melalui OSS, pemilihan KBLI tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan nama perusahaan atau bidang usaha secara umum.

KBLI berhubungan dengan cara kegiatan usaha diklasifikasikan. Dalam proses perizinan berusaha, klasifikasi tersebut kemudian dapat berkaitan dengan NIB, tingkat risiko, Sertifikat Standar, PB UMKU, maupun perizinan sektoral yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

Karena itu, memilih kode KBLI bukan sekadar mencari angka lima digit yang terlihat paling mirip dengan kegiatan usaha. Pelaku usaha perlu memahami aktivitas bisnis yang sebenarnya dilakukan, membaca uraian kegiatan, melihat ruang lingkupnya, serta memastikan kode yang dipilih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Artikel ini membahas panduan lengkap memilih KBLI 2025 untuk legalitas perusahaan, mulai dari pengertian, alasan pentingnya memilih kode yang tepat, langkah menentukan KBLI, kesalahan yang sering terjadi, hingga tips memastikan kegiatan usaha sesuai dengan legalitas perusahaan.


Apa Itu KBLI 2025?

KBLI merupakan singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.

KBLI digunakan untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi berdasarkan jenis aktivitas usaha yang dilakukan.

Dalam praktiknya, KBLI membantu menggambarkan bidang atau kegiatan ekonomi suatu perusahaan.

Misalnya, perusahaan dapat bergerak dalam bidang:

  • Perdagangan.

  • Konstruksi.

  • Industri.

  • Jasa profesional.

  • Transportasi.

  • Teknologi.

  • Akomodasi.

  • Makanan dan minuman.

  • Pergudangan.

  • Konsultasi.

  • Aktivitas ekonomi lainnya.

Masing-masing kegiatan tersebut memiliki klasifikasi tertentu.

Ketika mengurus legalitas melalui OSS, pelaku usaha perlu memilih kegiatan usaha yang sesuai dengan klasifikasi yang tersedia.


Mengapa KBLI Penting untuk Legalitas Perusahaan?

KBLI memiliki posisi penting dalam penyusunan legalitas karena dapat menjadi salah satu dasar untuk mengidentifikasi kegiatan usaha perusahaan.

Pemilihan KBLI yang tepat membantu memastikan bahwa:

Kegiatan bisnis → legalitas perusahaan → NIB OSS → perizinan usaha

memiliki keterkaitan yang konsisten.

Sebaliknya, apabila KBLI tidak sesuai, perusahaan dapat mengalami kendala ketika membutuhkan perizinan lanjutan.

Misalnya perusahaan sebenarnya menjalankan kegiatan tertentu, tetapi KBLI yang tercantum justru menggambarkan aktivitas yang berbeda.

Hal tersebut dapat menimbulkan pertanyaan ketika perusahaan mengurus:

  • Sertifikat Standar.

  • PB UMKU.

  • Perizinan sektoral.

  • Kerja sama bisnis.

  • Tender.

  • Legalitas tambahan.

  • Perubahan data usaha.

Karena itu, pemilihan KBLI sebaiknya dilakukan sebelum proses pendaftaran atau perubahan legalitas perusahaan.


KBLI 2025 dan Hubungannya dengan OSS

Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha adalah adanya pembaruan klasifikasi kegiatan usaha.

Dalam praktik perizinan, pelaku usaha dapat menemukan istilah KBLI 2025 ketika mencari informasi mengenai klasifikasi kegiatan usaha yang lebih baru.

Namun, penting untuk memahami bahwa perubahan klasifikasi tidak berarti seluruh data perusahaan otomatis berubah.

Jika perusahaan sudah memiliki NIB dan legalitas sebelumnya, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap:

  • Kegiatan usaha yang sudah terdaftar.

  • Kode KBLI yang digunakan.

  • Uraian kegiatan.

  • Status perizinan.

  • Kesesuaian dengan klasifikasi yang berlaku.

  • Kebutuhan perubahan data apabila diperlukan.

Karena sistem dan ketentuan perizinan dapat diperbarui, pelaku usaha sebaiknya tidak hanya mengandalkan daftar KBLI lama tanpa melakukan pengecekan kembali.


Jangan Memilih KBLI Hanya Berdasarkan Nama Usaha

Ini merupakan kesalahan yang sangat sering terjadi.

Misalnya nama perusahaan mengandung kata:

"Konstruksi"

bukan berarti perusahaan otomatis hanya memiliki satu pilihan KBLI konstruksi.

Begitu juga perusahaan dengan nama:

"Perdagangan"

belum tentu seluruh kegiatan perdagangannya berada dalam satu klasifikasi yang sama.

Yang menjadi dasar adalah aktivitas usaha yang benar-benar dilakukan.

Contohnya, perusahaan konstruksi perlu melihat:

  • Jenis bangunan.

  • Jenis pekerjaan.

  • Konstruksi gedung atau sipil.

  • Pekerjaan khusus.

  • Instalasi.

  • Pemeliharaan.

  • Lingkup pekerjaan lainnya.

Dengan demikian, nama perusahaan hanya menjadi informasi pendukung, bukan satu-satunya dasar menentukan KBLI.


Pahami Kegiatan Usaha Sebelum Mencari Kode KBLI

Langkah pertama dalam memilih KBLI adalah memahami bisnis perusahaan.

Coba jawab beberapa pertanyaan berikut:

Apa yang dijual perusahaan?

Apakah barang, jasa, atau keduanya?

Apa yang dikerjakan perusahaan?

Apakah memproduksi, menjual, memasang, mengangkut, mengelola, atau memberikan jasa?

Siapa pelanggan perusahaan?

Apakah konsumen akhir, perusahaan lain, pemerintah, distributor, atau pihak tertentu?

Bagaimana proses bisnisnya?

Apakah perusahaan hanya menjual produk atau juga melakukan produksi dan pemasangan?

Apakah terdapat kegiatan tambahan?

Misalnya perusahaan perdagangan juga memberikan jasa instalasi.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu menentukan klasifikasi yang lebih tepat.


Langkah 1: Buat Daftar Seluruh Kegiatan Usaha

Jangan langsung membuka daftar kode dan memilih angka yang terlihat cocok.

Buat terlebih dahulu daftar kegiatan perusahaan.

Contohnya:

Kegiatan utama:

  • Perdagangan peralatan tertentu.

Kegiatan tambahan:

  • Pemasangan.

  • Pemeliharaan.

  • Jasa konsultasi teknis.

Dengan daftar tersebut, perusahaan dapat mencari KBLI untuk masing-masing aktivitas.

Cara ini lebih aman daripada langsung mencari berdasarkan nama perusahaan.


Langkah 2: Tentukan Kegiatan Utama Perusahaan

Setelah membuat daftar aktivitas, tentukan kegiatan mana yang menjadi kegiatan utama.

Kegiatan utama sebaiknya mencerminkan aktivitas bisnis yang paling penting atau menjadi inti usaha perusahaan.

Misalnya perusahaan memperoleh sebagian besar pendapatannya dari kegiatan konstruksi, sementara perdagangan hanya menjadi aktivitas pendukung.

Maka kegiatan utama perlu dianalisis berdasarkan aktivitas konstruksi tersebut.

Namun, penentuan kegiatan utama tetap harus disesuaikan dengan kondisi dan struktur bisnis perusahaan.


Langkah 3: Cari Kode KBLI yang Sesuai

Setelah aktivitas usaha dipetakan, barulah lakukan pencarian kode.

Jangan hanya menggunakan kata kunci yang terlalu umum.

Misalnya jangan hanya mencari:

"jasa"

atau

"perdagangan"

karena hasilnya bisa sangat banyak.

Gunakan kata kunci yang lebih spesifik berdasarkan aktivitas.

Contohnya:

  • Perdagangan jenis barang tertentu.

  • Jasa konsultasi tertentu.

  • Konstruksi jenis bangunan tertentu.

  • Instalasi peralatan tertentu.

  • Produksi barang tertentu.

Semakin jelas aktivitasnya, semakin mudah menemukan klasifikasi yang relevan.


Langkah 4: Baca Uraian KBLI Secara Lengkap

Menemukan kode bukan berarti proses selesai.

Setelah menemukan kode yang dianggap sesuai, baca uraian kegiatan secara lengkap.

Perhatikan apakah kegiatan perusahaan memang termasuk di dalamnya.

Jangan memilih hanya karena judulnya terdengar cocok.

Dua kode dapat memiliki nama yang mirip tetapi memiliki ruang lingkup yang berbeda.

Karena itu, selalu gunakan kombinasi:

Kode + Judul + Uraian Kegiatan

untuk menentukan pilihan.


Langkah 5: Perhatikan Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup merupakan salah satu bagian penting yang harus diperiksa.

Tanyakan:

Apakah kegiatan yang dilakukan perusahaan benar-benar termasuk dalam ruang lingkup kode tersebut?

Jika perusahaan melakukan aktivitas produksi, tetapi kode yang dipilih hanya mencakup perdagangan, maka terdapat potensi ketidaksesuaian.

Begitu pula jika perusahaan melakukan pemasangan, tetapi kode yang digunakan tidak mencakup aktivitas tersebut.


Langkah 6: Periksa Tingkat Risiko

Pemilihan KBLI tidak berhenti pada klasifikasi kegiatan.

Pelaku usaha juga perlu melihat tingkat risiko kegiatan usaha.

Dalam sistem perizinan berbasis risiko, kegiatan usaha dapat memiliki tingkat risiko yang berbeda.

Perbedaan tingkat risiko dapat berpengaruh terhadap kebutuhan perizinan.

Secara umum, kategori risiko dapat mencakup:

  • Risiko rendah.

  • Risiko menengah rendah.

  • Risiko menengah tinggi.

  • Risiko tinggi.

Karena itu, setelah menemukan KBLI yang sesuai, periksa pula kebutuhan perizinan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.


Langkah 7: Periksa Sertifikat Standar dan PB UMKU

Beberapa kegiatan usaha dapat memiliki kewajiban tambahan.

Contohnya:

  • Sertifikat Standar.

  • PB UMKU.

  • Persyaratan teknis.

  • Perizinan sektoral.

Jangan sampai perusahaan memilih KBLI tanpa mengetahui konsekuensinya.

Misalnya perusahaan menambahkan kegiatan tertentu ke dalam NIB, kemudian baru mengetahui bahwa kegiatan tersebut memiliki kewajiban pemenuhan standar.

Dengan memahami hal tersebut sejak awal, perusahaan dapat mempersiapkan dokumen dengan lebih baik.


Langkah 8: Pastikan KBLI Sesuai dengan Dokumen Perusahaan

Untuk PT dan badan usaha lainnya, kegiatan usaha yang dipilih perlu diperhatikan kesesuaiannya dengan dokumen legalitas perusahaan.

Periksa kesesuaian antara:

Akta → data badan usaha → KBLI → NIB → perizinan

Jangan sampai dokumen perusahaan mencerminkan satu jenis kegiatan sementara NIB mencantumkan kegiatan yang sama sekali berbeda.

Jika terdapat ketidaksesuaian, perlu dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah diperlukan penyesuaian dokumen atau data OSS.


Apakah Satu Perusahaan Boleh Memiliki Banyak KBLI?

Pada prinsipnya, perusahaan dapat memiliki beberapa kegiatan usaha sesuai dengan aktivitas yang dijalankan dan ketentuan yang berlaku.

Namun, banyak KBLI tidak selalu berarti legalitas perusahaan lebih baik.

Jika perusahaan memasukkan terlalu banyak kegiatan yang sebenarnya tidak dijalankan, data usaha menjadi kurang fokus.

Selain itu, kegiatan tertentu dapat memiliki kewajiban perizinan tambahan.

Karena itu, gunakan prinsip:

Tambahkan KBLI karena kebutuhan bisnis, bukan sekadar untuk memperbanyak daftar kegiatan usaha.


Kapan Perusahaan Perlu Menambah KBLI?

Penambahan KBLI dapat dipertimbangkan ketika perusahaan benar-benar akan menjalankan aktivitas baru.

Misalnya:

Awalnya perusahaan hanya menjalankan perdagangan.

Kemudian perusahaan mulai menyediakan jasa pemasangan dan pemeliharaan.

Perusahaan perlu memeriksa apakah kegiatan baru tersebut membutuhkan klasifikasi kegiatan usaha tersendiri.

Jangan menunggu sampai perusahaan mengurus kontrak atau perizinan tambahan baru menyadari bahwa aktivitas tersebut belum tercantum dalam legalitas.


Kapan KBLI Perlu Diubah?

Perubahan KBLI dapat dipertimbangkan apabila:

  • Kegiatan usaha berubah.

  • Perusahaan menghentikan kegiatan tertentu.

  • Perusahaan menambah bidang usaha.

  • Kode sebelumnya tidak sesuai.

  • Perusahaan melakukan ekspansi.

  • Terdapat perubahan klasifikasi yang perlu disesuaikan.

Namun, perubahan KBLI sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan.

Periksa terlebih dahulu dampaknya terhadap:

  • NIB.

  • Sertifikat Standar.

  • PB UMKU.

  • Perizinan sektoral.

  • Dokumen badan usaha.

  • Persyaratan lainnya.


Kesalahan Memilih KBLI yang Sering Terjadi

1. Mengikuti KBLI Perusahaan Lain

Perusahaan lain belum tentu memiliki aktivitas yang sama.

Cara menghindari: gunakan kegiatan usaha sendiri sebagai dasar.

2. Memilih Berdasarkan Nama Perusahaan

Nama perusahaan tidak selalu mencerminkan aktivitas ekonomi.

Cara menghindari: baca uraian kegiatan.

3. Memilih Kode yang Paling Mirip

Kemiripan nama belum tentu berarti ruang lingkup sama.

Cara menghindari: periksa detail klasifikasi.

4. Menambahkan Terlalu Banyak KBLI

Memasukkan semua kemungkinan bidang usaha dapat membuat legalitas tidak fokus.

Cara menghindari: pilih kegiatan yang benar-benar dijalankan atau direncanakan secara realistis.

5. Tidak Memeriksa Risiko

Pelaku usaha hanya melihat kode tanpa memeriksa kebutuhan perizinan.

Cara menghindari: setelah memilih KBLI, periksa tingkat risiko dan kewajiban lanjutan.

6. Tidak Menyesuaikan dengan Perubahan Bisnis

Bisnis berubah, tetapi KBLI tidak diperbarui.

Cara menghindari: lakukan evaluasi legalitas secara berkala.


Contoh Pemilihan KBLI Berdasarkan Aktivitas

Misalnya sebuah perusahaan memiliki aktivitas:

A. Menjual produk

B. Memasang produk di lokasi pelanggan

C. Melakukan pemeliharaan

Ketiga aktivitas tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai satu kegiatan.

Perusahaan perlu memeriksa apakah aktivitas perdagangan, pemasangan, dan pemeliharaan termasuk dalam satu klasifikasi atau membutuhkan klasifikasi yang berbeda.

Inilah mengapa memahami proses bisnis jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui nama perusahaan.


KBLI untuk Perusahaan yang Baru Berdiri

Bagi perusahaan baru, pemilihan KBLI sebaiknya dilakukan sebelum legalitas perusahaan diselesaikan.

Sebab, kegiatan usaha perlu direncanakan sejak awal.

Sebelum mendirikan PT atau CV, buat daftar:

  1. Kegiatan utama.

  2. Produk atau jasa.

  3. Kegiatan tambahan.

  4. Rencana pengembangan.

  5. Lokasi kegiatan.

  6. Target pasar.

Kemudian lakukan analisis KBLI.

Dengan cara tersebut, perusahaan dapat mengurangi kemungkinan harus melakukan perubahan legalitas dalam waktu dekat karena kegiatan usaha sejak awal tidak direncanakan dengan baik.


KBLI untuk Perusahaan yang Sudah Berjalan

Bagi perusahaan yang sudah memiliki NIB, pemilihan KBLI tetap perlu diperhatikan.

Lakukan pemeriksaan:

  • Apakah KBLI saat ini sesuai?

  • Apakah ada kegiatan baru?

  • Apakah perusahaan sudah berhenti menjalankan kegiatan tertentu?

  • Apakah ada perubahan lokasi?

  • Apakah ada ekspansi bisnis?

  • Apakah ada perubahan regulasi atau klasifikasi?

Jika terdapat ketidaksesuaian, perusahaan dapat mengevaluasi kebutuhan perubahan data OSS atau penyesuaian legalitas lainnya.


Apakah KBLI Berpengaruh pada Tender dan Kerja Sama?

Dalam praktik bisnis, pihak tertentu dapat meminta perusahaan menunjukkan kesesuaian bidang usaha dengan pekerjaan atau kerja sama yang akan dilakukan.

Misalnya dalam kegiatan pengadaan atau kerja sama tertentu, pihak pemberi pekerjaan dapat memeriksa legalitas dan bidang usaha perusahaan.

Karena itu, KBLI yang sesuai dapat membantu perusahaan menunjukkan bahwa kegiatan yang dijalankan memiliki dasar klasifikasi usaha yang relevan.

Namun, persyaratan tender atau kerja sama tetap bergantung pada masing-masing proyek dan pihak yang menyelenggarakan.


Tips Memilih KBLI 2025 yang Tepat

Agar tidak salah, gunakan prinsip berikut:

1. Mulai dari Aktivitas, Bukan Kode

Tentukan apa yang dilakukan perusahaan terlebih dahulu.

2. Gunakan Uraian Sebagai Acuan

Jangan hanya melihat angka.

3. Jangan Meniru Perusahaan Lain

Setiap perusahaan memiliki model bisnis berbeda.

4. Periksa Risiko

Pastikan mengetahui kebutuhan perizinan.

5. Periksa Dokumen Legalitas

Pastikan kegiatan usaha konsisten dengan dokumen perusahaan.

6. Hindari KBLI yang Tidak Relevan

Jangan menambahkan hanya untuk memperbanyak bidang usaha.

7. Pertimbangkan Rencana Bisnis

Pilih kegiatan yang memang akan dijalankan.

8. Evaluasi Secara Berkala

Legalitas harus mengikuti perkembangan perusahaan.


Checklist Memilih KBLI 2025

Sebelum menetapkan kode KBLI, pastikan:

  • Kegiatan utama sudah ditentukan.

  • Seluruh kegiatan usaha sudah didata.

  • Produk atau jasa sudah jelas.

  • Proses bisnis sudah dipahami.

  • Kode KBLI sudah dicari.

  • Uraian kegiatan sudah dibaca.

  • Ruang lingkup sudah diperiksa.

  • Tingkat risiko sudah diperhatikan.

  • Persyaratan tambahan sudah diperiksa.

  • Data sesuai dengan dokumen perusahaan.

  • KBLI tambahan memang dibutuhkan.

  • Rencana pengembangan usaha sudah dipertimbangkan.


Mengapa Memilih KBLI Tidak Sebaiknya Dilakukan Terburu-buru?

KBLI dapat menjadi bagian penting dari struktur legalitas perusahaan.

Kesalahan di tahap awal dapat menimbulkan pekerjaan tambahan di kemudian hari.

Misalnya:

Salah KBLI → NIB tidak mencerminkan kegiatan usaha → perlu perubahan data → perizinan perlu diperiksa kembali.

Dalam beberapa kondisi, perubahan juga dapat berdampak pada dokumen legalitas lainnya.

Karena itu, lebih baik meluangkan waktu untuk melakukan pemeriksaan sebelum menetapkan KBLI daripada melakukan koreksi setelah seluruh legalitas selesai.


Apakah Konsultan Legalitas Bisa Membantu Memilih KBLI?

Bisa.

Konsultan legalitas dapat membantu melakukan identifikasi kegiatan usaha dan mencocokkannya dengan kebutuhan administrasi perusahaan.

Biasanya proses dimulai dengan memahami:

  • Bentuk usaha.

  • Aktivitas utama.

  • Produk.

  • Jasa.

  • Target kegiatan.

  • Lokasi.

  • Rencana bisnis.

  • Legalitas yang sudah dimiliki.

Setelah itu, dilakukan pemeriksaan terhadap KBLI yang relevan dan kebutuhan perizinannya.

Namun, keputusan akhir tetap perlu didasarkan pada kondisi bisnis sebenarnya dan ketentuan yang berlaku.


Ringkasan

Memilih kode KBLI 2025 yang tepat merupakan bagian penting dalam menata legalitas perusahaan.

KBLI tidak sebaiknya dipilih hanya berdasarkan nama perusahaan, angka yang terlihat mirip, atau mengikuti kode yang digunakan perusahaan lain.

Langkah yang lebih tepat adalah memahami aktivitas bisnis terlebih dahulu, kemudian mencari klasifikasi yang sesuai, membaca uraian kegiatan, memeriksa ruang lingkup, melihat tingkat risiko, serta memahami kemungkinan perizinan tambahan.

Secara sederhana, prosesnya dapat dilakukan dengan urutan:

Pahami bisnis → tentukan kegiatan utama → daftar seluruh aktivitas → cari KBLI → baca uraian → periksa ruang lingkup → cek risiko → cek perizinan → sesuaikan dengan dokumen perusahaan.

Jika perusahaan memiliki beberapa kegiatan, jangan langsung menambahkan sebanyak mungkin KBLI. Pilih kegiatan yang benar-benar relevan dengan bisnis.

Begitu juga jika perusahaan mengalami perubahan kegiatan, lakukan evaluasi terhadap KBLI yang sudah terdaftar agar legalitas tetap sesuai dengan kondisi perusahaan.

Pada akhirnya, tujuan memilih KBLI bukan sekadar agar NIB berhasil diterbitkan.

Tujuan utamanya adalah memastikan kegiatan usaha perusahaan tercermin dengan tepat dalam struktur legalitasnya, sehingga perusahaan memiliki dasar administrasi yang lebih tertata untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis.


FAQ

1. Apa itu KBLI 2025?

KBLI merupakan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia yang digunakan untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi berdasarkan aktivitas usaha. Istilah KBLI 2025 merujuk pada klasifikasi yang digunakan dalam konteks pembaruan KBLI yang berlaku pada periode tersebut.

2. Apakah KBLI 2025 wajib digunakan oleh semua perusahaan?

Penggunaan klasifikasi kegiatan usaha perlu disesuaikan dengan sistem dan ketentuan perizinan yang berlaku pada saat pengajuan atau perubahan data. Perusahaan yang sudah memiliki legalitas sebelumnya sebaiknya memeriksa apakah terdapat kebutuhan penyesuaian.

3. Apakah satu perusahaan boleh memiliki beberapa KBLI?

Boleh, sepanjang kegiatan tersebut memang dijalankan atau akan dijalankan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4. Apakah KBLI sama dengan NIB?

Tidak. KBLI merupakan klasifikasi kegiatan usaha, sedangkan NIB merupakan identitas pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem OSS.

5. Apakah salah memilih KBLI dapat diperbaiki?

Dalam kondisi tertentu, data kegiatan usaha dapat disesuaikan melalui mekanisme perubahan yang tersedia. Namun, dampak terhadap perizinan lainnya perlu diperiksa terlebih dahulu.

6. Apakah KBLI menentukan tingkat risiko usaha?

KBLI dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan karakteristik kegiatan usaha dan kebutuhan perizinan berbasis risiko. Karena itu, setelah menentukan KBLI, pelaku usaha perlu memeriksa tingkat risiko dan persyaratan yang berlaku.

7. Apakah semua KBLI membutuhkan Sertifikat Standar?

Tidak. Kebutuhan Sertifikat Standar bergantung pada karakteristik dan tingkat risiko kegiatan usaha serta ketentuan yang berlaku.

8. Apakah KBLI dapat ditambahkan setelah NIB terbit?

Dalam kondisi tertentu, kegiatan usaha dapat ditambahkan melalui mekanisme perubahan yang tersedia pada sistem OSS, dengan memperhatikan ketentuan dan dampaknya terhadap legalitas yang sudah ada.

9. Apakah KBLI harus sesuai dengan akta perusahaan?

Untuk badan usaha, kegiatan usaha dan dokumen legalitas perusahaan perlu diperhatikan agar terdapat kesesuaian antara struktur legalitas dan kegiatan usaha yang dijalankan.

10. Bagaimana jika saya tidak tahu KBLI yang tepat?

Mulailah dengan membuat daftar kegiatan usaha secara rinci, kemudian cocokkan dengan uraian KBLI. Untuk kegiatan yang kompleks, bantuan konsultan legalitas dapat membantu melakukan pemeriksaan awal.


BACA JUGA



Butuh Bantuan Memilih KBLI dan Mengurus Legalitas Perusahaan?

Masih bingung menentukan kode KBLI yang sesuai dengan kegiatan usaha perusahaan?

Jangan sampai salah memilih KBLI menyebabkan kegiatan usaha dalam NIB tidak sesuai dengan bisnis yang sebenarnya atau menimbulkan kendala ketika mengurus perizinan lanjutan.

CPS Consulting sebagai konsultan legalitas usaha siap membantu pelaku usaha dalam mempersiapkan dan menata legalitas perusahaan, termasuk:

Pemilihan KBLI • Pembuatan NIB OSS • Pendirian PT/CV • Perubahan Data OSS • Sertifikat Standar • Perizinan Usaha

Sebelum menentukan KBLI, pastikan kegiatan usaha, dokumen perusahaan, dan kebutuhan perizinan sudah diperiksa dengan tepat.

Konsultasikan Legalitas Perusahaan Anda

📞 WhatsApp: 087788100016

CPS Consulting
Konsultan Legalitas Usaha

Bantu menata legalitas usaha agar lebih tepat, tertib, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.

CPS AI Avatar

CPS Consulting

CPS AI Assistant

Chat Tim Kami Yuk..