Penambahan KBLI di OSS: Syarat, Proses, dan Hal yang Perlu Diperhatikan
penambahan KBLI di OSS, cara menambah KBLI di OSS, tambah KBLI OSS, syarat penambahan KBLI, proses penambahan KBLI, cara menambahkan KBLI pada NIB, perubah
18 Aug 2026 | 95 views
Penambahan KBLI di OSS: Syarat, Proses, dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Dalam menjalankan bisnis, perusahaan tidak selalu berhenti pada satu jenis kegiatan usaha. Seiring perkembangan perusahaan, pelaku usaha dapat menambah produk, membuka lini bisnis baru, memberikan layanan tambahan, atau memperluas kegiatan operasional. Kondisi tersebut sering membuat perusahaan perlu melakukan penambahan KBLI di OSS.
Penambahan KBLI bukan sekadar menambahkan kode baru ke dalam data NIB. Pelaku usaha perlu memastikan bahwa kegiatan baru tersebut memang sesuai dengan aktivitas bisnis, dokumen perusahaan, serta ketentuan perizinan yang berlaku.
Kesalahan dalam menambahkan KBLI dapat menyebabkan kegiatan usaha dalam NIB tidak sesuai dengan aktivitas sebenarnya. Selain itu, kegiatan baru yang ditambahkan juga dapat memiliki tingkat risiko dan persyaratan perizinan yang berbeda.
Karena itu, sebelum melakukan penambahan KBLI di OSS, penting untuk memahami syarat, proses, cara memilih kode yang tepat, serta hal-hal yang perlu diperhatikan setelah perubahan dilakukan.
Artikel ini akan membahas panduan lengkap mengenai penambahan KBLI di OSS agar pelaku usaha dapat melakukan perubahan data dengan lebih terarah.
Baca Juga: Perkaya Wawasan Anda!
Apa yang Dimaksud dengan Penambahan KBLI di OSS?
Penambahan KBLI di OSS adalah proses menambahkan kegiatan usaha baru ke dalam data kegiatan usaha pelaku usaha yang tercatat dalam sistem OSS.
Misalnya, sebuah perusahaan awalnya hanya menjalankan kegiatan perdagangan.
Setelah beberapa tahun, perusahaan mulai menjalankan jasa pemasangan produk yang dijualnya.
Apabila aktivitas pemasangan tersebut merupakan kegiatan usaha tersendiri dan belum tercakup dalam data usaha, perusahaan perlu melakukan pemeriksaan apakah perlu menambahkan KBLI yang sesuai.
Contoh lainnya:
Sebelum:
Perdagangan.
Setelah ekspansi:
Perdagangan.
Jasa pemasangan.
Pemeliharaan.
Penambahan tersebut harus dilakukan berdasarkan kegiatan yang benar-benar dijalankan dan ketentuan yang berlaku.
Mengapa Perusahaan Perlu Menambahkan KBLI?
Ada beberapa kondisi yang dapat membuat perusahaan perlu melakukan penambahan KBLI.
1. Menambah Bidang Usaha
Perusahaan mulai menjalankan kegiatan baru yang sebelumnya tidak dilakukan.
2. Diversifikasi Produk
Perusahaan menambahkan jenis produk yang membuat aktivitas bisnisnya berkembang.
3. Menambah Layanan
Perusahaan yang sebelumnya hanya menjual produk mulai memberikan layanan pemasangan, pemeliharaan, konsultasi, atau jasa lainnya.
4. Ekspansi Bisnis
Perusahaan membuka lini bisnis baru untuk memperluas pasar.
5. Kebutuhan Kerja Sama
Dalam kerja sama tertentu, perusahaan mungkin perlu memastikan kegiatan usaha yang tercantum dalam legalitas relevan dengan pekerjaan yang akan dilakukan.
6. Penyesuaian Legalitas
Data usaha perlu disesuaikan dengan aktivitas bisnis yang sebenarnya.
Apakah Penambahan KBLI Sama dengan Mengubah NIB?
Penambahan kegiatan usaha merupakan bagian dari perubahan data kegiatan usaha dalam OSS.
NIB sendiri merupakan identitas pelaku usaha. Ketika terdapat perubahan atau penambahan kegiatan, pelaku usaha perlu mengikuti mekanisme perubahan data yang tersedia dalam sistem OSS.
Namun, jangan beranggapan bahwa menambah KBLI berarti hanya mengubah satu angka.
Penambahan kegiatan dapat berhubungan dengan:
Tingkat risiko.
Sertifikat Standar.
PB UMKU.
Perizinan sektoral.
Persyaratan teknis.
Dokumen perusahaan.
Karena itu, setelah menambahkan KBLI, pelaku usaha sebaiknya melakukan pemeriksaan kembali terhadap legalitas yang terkait.
Syarat Penambahan KBLI di OSS
Syarat dapat berbeda tergantung kondisi pelaku usaha dan jenis kegiatan yang ditambahkan.
Namun, secara umum beberapa informasi dan dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain:
1. Data NIB
Pastikan pelaku usaha memiliki data NIB yang masih dapat diakses pada sistem OSS.
2. Data Badan Usaha
Untuk PT atau badan usaha lainnya, siapkan data perusahaan yang sesuai.
3. Data Kegiatan Usaha
Tentukan kegiatan baru yang akan ditambahkan.
4. Kode KBLI
Identifikasi kode KBLI yang paling sesuai dengan aktivitas baru.
5. Uraian Kegiatan
Pastikan kegiatan yang akan ditambahkan benar-benar sesuai dengan ruang lingkup kode tersebut.
6. Data Lokasi Usaha
Dalam kondisi tertentu, data lokasi kegiatan usaha juga perlu diperhatikan.
7. Dokumen Pendukung
Beberapa jenis kegiatan dapat memerlukan dokumen atau pemenuhan persyaratan tertentu.
Karena kebutuhan dapat berbeda berdasarkan jenis kegiatan dan tingkat risiko, pelaku usaha sebaiknya melakukan pemeriksaan sebelum mengajukan perubahan.
Apakah Penambahan KBLI Harus Mengubah Akta Perusahaan?
Tidak selalu.
Namun, untuk PT atau badan usaha lainnya, kegiatan usaha yang tercantum dalam dokumen pendirian atau perubahan badan usaha perlu diperhatikan.
Jika kegiatan baru belum tercakup dalam maksud dan tujuan atau kegiatan usaha perusahaan, mungkin diperlukan penyesuaian dokumen perusahaan terlebih dahulu.
Karena itu, sebelum menambahkan KBLI di OSS, lakukan pemeriksaan:
Akta perusahaan → kegiatan usaha → KBLI → NIB
Jangan sampai KBLI baru ditambahkan ke OSS tetapi kegiatan tersebut tidak memiliki kesesuaian dengan dokumen perusahaan.
Untuk kondisi tertentu, konsultasi dengan notaris atau konsultan legalitas dapat diperlukan untuk memastikan struktur dokumen perusahaan sudah sesuai.
Langkah Pertama: Tentukan Kegiatan Usaha Baru
Sebelum membuka OSS, jangan langsung mencari kode.
Tentukan terlebih dahulu:
Apa kegiatan baru yang akan dilakukan perusahaan?
Misalnya:
Menjual barang.
Memproduksi barang.
Menyediakan jasa.
Melakukan pemasangan.
Melakukan pemeliharaan.
Menyediakan konsultasi.
Menjadi distributor.
Menjalankan aktivitas logistik.
Semakin jelas aktivitasnya, semakin mudah menentukan KBLI.
Cara Memilih KBLI untuk Kegiatan Baru
Setelah kegiatan baru ditentukan, cari klasifikasi yang paling sesuai.
Jangan memilih kode hanya berdasarkan nama.
Misalnya perusahaan ingin menambahkan jasa instalasi.
Jangan hanya mencari kata:
"instalasi"
kemudian memilih kode pertama yang muncul.
Periksa:
Judul kegiatan.
Uraian.
Ruang lingkup.
Jenis objek yang dikerjakan.
Jenis layanan.
Persyaratan perizinan.
Tujuannya agar KBLI benar-benar menggambarkan aktivitas perusahaan.
Langkah Penambahan KBLI di OSS
Secara umum, proses penambahan kegiatan usaha dilakukan melalui akun OSS pelaku usaha.
Alur dapat berbeda mengikuti pembaruan sistem, tetapi secara garis besar dapat dipahami sebagai berikut.
1. Login ke OSS
Masuk menggunakan akun pelaku usaha yang terdaftar.
2. Masuk ke Data atau Kegiatan Usaha
Cari bagian yang berkaitan dengan data kegiatan usaha atau perizinan yang ingin diperbarui.
3. Pilih Perubahan Data
Gunakan fitur perubahan atau penambahan kegiatan yang tersedia.
4. Tambahkan Kegiatan Usaha
Masukkan kegiatan baru yang akan dijalankan.
5. Pilih KBLI
Cari dan pilih kode KBLI yang sesuai.
6. Lengkapi Data
Isi informasi yang diminta sistem, seperti lokasi atau data kegiatan usaha apabila diperlukan.
7. Periksa Tingkat Risiko dan Perizinan
Perhatikan apakah kegiatan baru memiliki kewajiban tambahan.
8. Simpan dan Proses
Lanjutkan proses sesuai instruksi OSS.
9. Periksa Hasil Perubahan
Setelah proses selesai, periksa kembali data kegiatan usaha dan dokumen perizinan yang tersedia.
Catatan: tampilan, menu, serta tahapan teknis OSS dapat berubah mengikuti pembaruan sistem. Karena itu, gunakan menu yang tersedia pada akun OSS saat proses dilakukan.
Apakah Penambahan KBLI Membuat NIB Baru?
Tidak selalu dapat dipahami sebagai penerbitan NIB yang sepenuhnya baru.
NIB merupakan identitas pelaku usaha yang datanya dapat mengalami perubahan sesuai perkembangan usaha.
Ketika kegiatan usaha bertambah, yang penting adalah memastikan data kegiatan usaha dan perizinan terkait telah diperbarui sesuai mekanisme OSS.
Setelah melakukan perubahan, periksa dokumen yang diterbitkan atau diperbarui oleh sistem.
Apakah Penambahan KBLI Dikenakan Biaya?
Pendaftaran atau perubahan data melalui OSS tidak dapat langsung dianggap memiliki satu tarif yang sama untuk semua kegiatan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah kegiatan baru memiliki kewajiban atau layanan terkait yang dapat menimbulkan biaya tertentu.
Misalnya, terdapat kegiatan atau proses perizinan tertentu yang memiliki kewajiban PNBP atau biaya layanan sesuai ketentuan sektoral.
Karena itu, jangan hanya bertanya:
"Berapa biaya menambah KBLI?"
Tetapi tanyakan juga:
"Apakah KBLI yang ditambahkan memiliki kewajiban perizinan atau biaya lain?"
Apakah Semua KBLI Bisa Ditambahkan dengan Mudah?
Tidak selalu.
Setiap kegiatan memiliki karakteristik dan persyaratan yang berbeda.
Ada kegiatan yang proses perizinannya relatif sederhana.
Ada pula kegiatan yang memerlukan pemenuhan persyaratan tertentu.
Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh:
Tingkat risiko.
Sektor usaha.
Lokasi.
Skala kegiatan.
Persyaratan teknis.
Regulasi sektoral.
Karena itu, sebelum menambahkan KBLI, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Menambahkan KBLI
Banyak pelaku usaha menganggap proses selesai setelah kode KBLI berhasil ditambahkan.
Padahal, masih ada beberapa hal yang perlu diperiksa.
1. Periksa NIB
Pastikan data kegiatan usaha sudah sesuai.
2. Periksa Tingkat Risiko
Lihat apakah kegiatan baru memiliki kategori risiko yang berbeda.
3. Periksa Sertifikat Standar
Jika diperlukan, pastikan proses pemenuhan standar dilakukan.
4. Periksa PB UMKU
Kegiatan tertentu dapat membutuhkan perizinan atau persyaratan tambahan.
5. Periksa Dokumen Perusahaan
Pastikan kegiatan baru konsisten dengan dokumen legalitas perusahaan.
6. Periksa Lokasi Usaha
Pastikan lokasi kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menambah KBLI
1. Menambahkan KBLI Tanpa Menjalankan Kegiatannya
Pelaku usaha menambahkan banyak KBLI hanya untuk berjaga-jaga.
Padahal kegiatan tersebut tidak benar-benar dijalankan.
Solusi: tambahkan kegiatan yang relevan dengan bisnis.
2. Salah Memilih Kode
Kode yang terlihat mirip belum tentu sesuai.
Solusi: baca uraian dan ruang lingkup kegiatan.
3. Tidak Memeriksa Akta
Perusahaan langsung menambahkan KBLI ke OSS tanpa memastikan kesesuaian dokumen.
Solusi: periksa dokumen badan usaha sebelum perubahan.
4. Tidak Memeriksa Risiko
Perusahaan mengira semua KBLI hanya membutuhkan NIB.
Solusi: periksa kebutuhan perizinan berdasarkan kegiatan baru.
5. Tidak Memeriksa Perizinan Tambahan
Setelah KBLI ditambahkan, perusahaan tidak memeriksa Sertifikat Standar atau PB UMKU.
Solusi: lakukan pemeriksaan menyeluruh setelah perubahan.
6. Tidak Memperbarui Data yang Berkaitan
Kegiatan sudah berubah tetapi dokumen lain belum disesuaikan.
Solusi: lakukan pengecekan legalitas secara menyeluruh.
Apakah KBLI Tambahan Harus Sesuai dengan Bisnis Utama?
Tidak harus sama dengan kegiatan utama.
Perusahaan dapat menjalankan beberapa kegiatan yang berbeda selama kegiatan tersebut memang sesuai dengan struktur bisnis dan ketentuan yang berlaku.
Namun, kegiatan tambahan tetap harus memiliki hubungan yang jelas dengan aktivitas yang benar-benar akan dijalankan.
Contohnya perusahaan utama bergerak di bidang perdagangan dan kemudian menyediakan jasa instalasi produk.
Kedua kegiatan tersebut dapat memiliki klasifikasi masing-masing apabila memang diperlukan.
Penambahan KBLI untuk Perusahaan yang Ingin Ekspansi
Penambahan KBLI dapat menjadi bagian dari persiapan ekspansi.
Misalnya perusahaan yang awalnya:
Menjual produk
kemudian berkembang menjadi:
Menjual + memasang + memelihara produk.
Dalam kondisi tersebut, perusahaan perlu mengevaluasi apakah kegiatan baru sudah tercakup dalam KBLI yang ada.
Jika belum, lakukan penyesuaian.
Dengan demikian, ketika perusahaan mulai menerima proyek atau kontrak baru, legalitas sudah lebih siap.
Penambahan KBLI untuk Tender
Perusahaan yang mengikuti tender atau pengadaan tertentu dapat menghadapi persyaratan bidang usaha.
Pihak pemberi pekerjaan dapat meminta dokumen legalitas untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki kegiatan usaha yang relevan.
Karena itu, sebelum mengikuti tender, perusahaan sebaiknya memeriksa:
NIB.
KBLI.
Sertifikat Standar.
Perizinan terkait.
Dokumen pendukung lainnya.
Jangan sampai perusahaan baru memeriksa KBLI ketika sudah masuk tahap administrasi tender.
Penambahan KBLI untuk Mengembangkan Produk atau Jasa
Bisnis modern sering berkembang secara bertahap.
Perusahaan dapat memulai dari satu produk kemudian menambah:
Produk baru.
Layanan tambahan.
Jasa instalasi.
Jasa pemeliharaan.
Konsultasi.
Distribusi.
Aktivitas pendukung.
Ketika model bisnis berubah, legalitas juga perlu dievaluasi.
Inilah alasan pentingnya melakukan review legalitas secara berkala.
Apakah KBLI Lama Harus Dihapus Saat Menambah KBLI?
Tidak otomatis.
Jika kegiatan lama masih dijalankan, kegiatan tersebut dapat tetap dipertahankan sesuai ketentuan.
Namun, jika perusahaan sudah tidak menjalankan kegiatan tertentu, perusahaan dapat mengevaluasi apakah kegiatan tersebut perlu dihapus atau disesuaikan.
Tujuannya agar data legalitas mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya.
Tips Agar Penambahan KBLI Tidak Bermasalah
Gunakan langkah sederhana berikut:
1. Petakan kegiatan usaha.
Tuliskan seluruh aktivitas yang benar-benar dilakukan.
2. Tentukan kegiatan baru.
Jelaskan secara spesifik apa yang akan ditambahkan.
3. Cari KBLI yang sesuai.
Jangan hanya berdasarkan nama.
4. Baca uraian.
Pastikan ruang lingkup sesuai.
5. Periksa risiko.
Lihat kebutuhan perizinan.
6. Periksa dokumen perusahaan.
Pastikan kegiatan baru tidak bertentangan dengan dokumen legalitas.
7. Lakukan perubahan melalui OSS.
Gunakan mekanisme yang tersedia pada sistem.
8. Periksa kembali hasilnya.
Pastikan data dan dokumen sudah sesuai.
Checklist Sebelum Menambah KBLI di OSS
Gunakan checklist berikut:
Kegiatan baru sudah ditentukan.
Produk atau jasa sudah jelas.
Kode KBLI sudah dicari.
Uraian KBLI sudah dibaca.
Ruang lingkup sudah sesuai.
Kegiatan memang akan dijalankan.
Dokumen perusahaan sudah diperiksa.
Tingkat risiko sudah diperiksa.
Sertifikat Standar sudah diperiksa.
PB UMKU sudah diperiksa.
Persyaratan lokasi sudah diperiksa.
Data OSS siap diperbarui.
Hasil perubahan akan diperiksa kembali.
Ringkasan
Penambahan KBLI di OSS merupakan langkah yang perlu diperhatikan ketika perusahaan mengembangkan kegiatan usaha baru.
Prosesnya bukan hanya memilih kode dan menekan tombol simpan. Pelaku usaha perlu memahami terlebih dahulu kegiatan yang akan dijalankan, menentukan klasifikasi yang sesuai, memeriksa uraian KBLI, mengevaluasi tingkat risiko, serta memastikan kebutuhan perizinan tambahan.
Untuk perusahaan berbentuk PT atau badan usaha lainnya, kesesuaian antara dokumen perusahaan, kegiatan usaha, KBLI, NIB, dan perizinan juga perlu diperhatikan.
Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan sebagai:
Kegiatan baru → Tentukan KBLI → Periksa ruang lingkup → Periksa risiko → Periksa perizinan → Periksa dokumen perusahaan → Tambahkan melalui OSS → Verifikasi hasil
Jangan menambahkan KBLI hanya karena ingin memiliki sebanyak mungkin bidang usaha. KBLI sebaiknya mencerminkan kegiatan yang memang dijalankan atau akan dijalankan secara realistis.
Dengan pengelolaan yang tepat, perusahaan dapat menjaga legalitas tetap sesuai dengan perkembangan bisnis sekaligus lebih siap ketika membutuhkan perizinan tambahan, kerja sama, maupun ekspansi usaha.
Baca Juga: Perkaya Wawasan Anda!
FAQ
1. Apa itu penambahan KBLI di OSS?
Penambahan KBLI adalah proses menambahkan kegiatan usaha baru ke dalam data kegiatan usaha pelaku usaha yang tercatat pada sistem OSS.
2. Apakah penambahan KBLI sama dengan membuat NIB baru?
Tidak selalu. NIB merupakan identitas pelaku usaha, sementara kegiatan usaha dapat mengalami perubahan atau penambahan melalui mekanisme yang tersedia dalam OSS.
3. Apakah penambahan KBLI harus mengubah akta?
Tidak selalu. Namun, untuk PT dan badan usaha lainnya, perlu diperiksa apakah kegiatan baru sudah sesuai dengan dokumen perusahaan.
4. Apakah semua KBLI membutuhkan izin tambahan?
Tidak. Kebutuhan perizinan bergantung pada karakteristik dan tingkat risiko kegiatan serta ketentuan sektoral yang berlaku.
5. Apakah menambah KBLI di OSS dikenakan biaya?
Tidak dapat disamaratakan. Perlu diperiksa apakah kegiatan yang ditambahkan memiliki kewajiban PNBP atau biaya terkait perizinan tertentu.
6. Berapa lama proses penambahan KBLI?
Waktu proses dapat berbeda tergantung jenis kegiatan, data yang diperlukan, kondisi sistem, serta pemenuhan persyaratan perizinan yang berkaitan.
7. Apakah KBLI yang sudah ada harus dihapus?
Tidak, apabila kegiatan tersebut masih dijalankan dan masih relevan. Penghapusan dapat dievaluasi apabila perusahaan sudah tidak menjalankan kegiatan tersebut.
8. Apakah perusahaan boleh memiliki banyak KBLI?
Boleh sesuai kegiatan usaha yang dijalankan dan ketentuan yang berlaku. Namun, sebaiknya tidak menambahkan KBLI yang tidak relevan.
9. Bagaimana jika salah menambahkan KBLI?
Data kegiatan usaha perlu diperiksa dan, apabila diperlukan, dilakukan penyesuaian melalui mekanisme perubahan yang tersedia di OSS.
10. Apakah konsultan dapat membantu penambahan KBLI?
Ya. Konsultan legalitas dapat membantu mengidentifikasi kegiatan usaha, memilih KBLI yang sesuai, memeriksa dokumen perusahaan, serta membantu proses administrasi perubahan legalitas.
BACA JUGA
- Apa Itu KBLI? Pahami Struktur Kode 5 Digit Sebelum Mengurus Izin Usaha
- Panduan Memilih Kode KBLI 2025 yang Tepat untuk Legalitas Perusahaan
- Kesalahan dalam Pengurusan NIB OSS yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya
- Fungsi Penting KBLI dalam Menentukan Tingkat Risiko Usaha di Sistem OSS RBA
- KBLI Single Purpose dalam OSS: Pengertian, Ketentuan, dan Hal yang Perlu Diperhatikan
- Kendala NIB OSS yang Sering Terjadi: Penyebab, Solusi, dan Cara Mengatasinya
- Dokumen yang Diperlukan untuk Membuat NIB OSS: Persyaratan PT, CV, dan Usaha Perorangan
- KBLI Terbaru: Cara Menyesuaikan Kegiatan Usaha dengan Klasifikasi KBLI
- Pentingnya Kode KBLI yang Benar di OSS agar NIB dan Izin Usaha Terbit
CTA
Sedang mengembangkan usaha dan ingin menambahkan bidang kegiatan baru?
Jangan sampai salah memilih KBLI atau menambahkan kegiatan yang ternyata memiliki persyaratan perizinan tambahan yang belum dipersiapkan.
CPS Consulting sebagai konsultan legalitas usaha siap membantu pelaku usaha dalam pengurusan dan penataan legalitas, termasuk:
Penambahan KBLI • Perubahan Data OSS • Pembuatan NIB • Pendirian PT/CV • Sertifikat Standar • Perizinan Usaha
Konsultasikan terlebih dahulu kegiatan usaha yang ingin ditambahkan agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan legalitas perusahaan.
📞 Konsultasi WhatsApp: 087788100016
CPS Consulting
Konsultan Legalitas Usaha
Bantu menata legalitas usaha agar lebih tepat, tertib, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Artikel Terbaru
- Konsultan SKK Konstruksi Tepercaya: Bantu Pengurusan Sertifikat Kompetensi Anda Sampai Terbit dan Terdaftar
- Jasa Pengurusan SKK Konstruksi: Layanan Konsultan Profesional untuk Proses Cepat dan Resmi di LPJK
- Kapan Tenaga Ahli Membutuhkan Pendampingan Konsultan SKK Konstruksi? Ini Alasan dan Manfaatnya
- SKK Konstruksi Bermasalah atau Ditolak LSP? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
- Cara Mengurus SKK Konstruksi: Alur, Syarat Dokumen, dan Estimasi Biaya yang Harus Disiapkan