Syarat Invensi yang Dapat Mendapatkan Perlindungan Paten
syarat invensi, syarat paten, invensi yang dapat dipatenkan, perlindungan paten, kebaruan paten, langkah inventif, paten DJKI
07 Sep 2026 | 5 views
Syarat Invensi yang Dapat Mendapatkan Perlindungan Paten
Tidak semua hasil penemuan atau inovasi dapat langsung mendapatkan perlindungan paten. Sebuah invensi harus memenuhi persyaratan tertentu agar dapat memperoleh hak eksklusif melalui sistem paten.
Bagi inventor, memahami syarat invensi yang dapat mendapatkan perlindungan paten merupakan langkah penting sebelum mengajukan permohonan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Hal ini membantu menilai apakah suatu invensi memiliki peluang untuk dilindungi serta menentukan jenis perlindungan yang sesuai.
Selain menyiapkan persyaratan administratif dan dokumen, aspek paling penting adalah memastikan bahwa invensi memang memenuhi kriteria perlindungan paten.
Jika Anda belum memahami perbedaan antara persyaratan pendaftaran dan kelayakan suatu invensi, Anda dapat membaca panduan mengenai Syarat Pendaftaran Paten dan Paten Sederhana di DJKI untuk memahami persyaratan pengajuannya secara lebih lengkap.
Apa yang Dimaksud dengan Invensi?
Invensi pada dasarnya merupakan gagasan atau solusi teknis yang dituangkan dalam bentuk tertentu sehingga dapat memberikan solusi terhadap permasalahan di bidang teknologi.
Invensi dapat berkaitan dengan produk, proses, metode tertentu, atau pengembangan teknologi yang memenuhi ketentuan perlindungan paten.
Contohnya dapat berupa:
teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi mesin;
metode teknis untuk menghasilkan suatu produk;
komposisi atau formulasi tertentu;
sistem teknologi dengan karakteristik teknis tertentu;
pengembangan terhadap teknologi yang sudah ada.
Namun, keberadaan sebuah inovasi saja belum otomatis membuatnya dapat dipatenkan.
Invensi tersebut harus memenuhi kriteria substantif yang ditentukan dalam sistem paten.
Syarat Utama Invensi agar Dapat Dilindungi Paten
Secara umum, terdapat tiga aspek utama yang perlu diperhatikan ketika menilai apakah sebuah invensi memenuhi kriteria perlindungan paten, yaitu:
memiliki kebaruan (novelty);
mengandung langkah inventif (inventive step);
dapat diterapkan dalam industri (industrial applicability).
Ketiga aspek tersebut sangat penting karena pemeriksaan paten tidak hanya melihat apakah dokumen permohonan sudah lengkap, tetapi juga menilai substansi dari invensi yang diajukan.
1. Invensi Harus Memiliki Kebaruan
Kebaruan merupakan salah satu aspek paling penting dalam perlindungan paten.
Secara sederhana, sebuah invensi dianggap baru apabila pada saat permohonan diajukan, invensi tersebut belum menjadi bagian dari pengetahuan atau teknologi yang telah tersedia sebelumnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Informasi mengenai teknologi sebelumnya dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk publikasi, dokumen paten, literatur teknis, maupun informasi lain yang telah tersedia untuk publik.
Karena itu, inventor sebaiknya tidak langsung mengajukan permohonan sebelum melakukan penelusuran terhadap teknologi yang sudah ada.
Mengapa Penelusuran Paten Penting?
Bayangkan seseorang mengembangkan sebuah alat yang menurutnya merupakan teknologi baru. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata teknologi dengan karakteristik teknis yang sama sudah pernah dipublikasikan sebelumnya.
Dalam kondisi seperti itu, terdapat risiko invensi tidak memenuhi unsur kebaruan.
Penelusuran dapat membantu inventor mengetahui:
apakah teknologi serupa sudah pernah ditemukan;
apakah terdapat paten yang memiliki karakteristik teknis serupa;
bagian mana dari invensi yang benar-benar berbeda;
apakah invensi memiliki peluang untuk mendapatkan perlindungan;
bagaimana strategi penyusunan permohonan yang lebih tepat.
Oleh sebab itu, penelusuran terhadap teknologi terdahulu menjadi salah satu langkah penting sebelum melakukan pendaftaran.
2. Invensi Harus Mengandung Langkah Inventif
Selain baru, invensi juga perlu memiliki langkah inventif.
Artinya, invensi tersebut tidak semata-mata merupakan pengembangan atau perubahan yang dapat dengan mudah dilakukan oleh seseorang yang memiliki keahlian di bidang teknologi terkait berdasarkan pengetahuan yang sudah tersedia sebelumnya.
Aspek ini menjadi penting karena tidak setiap perubahan terhadap teknologi lama dapat dianggap sebagai invensi yang layak memperoleh paten.
Misalnya, seseorang hanya mengubah ukuran, bentuk, atau bagian tertentu dari sebuah produk tanpa memberikan solusi teknis atau hasil yang memiliki karakteristik inventif.
Perubahan semacam itu perlu dianalisis lebih lanjut untuk menentukan apakah benar terdapat kontribusi teknis yang memenuhi persyaratan perlindungan paten.
Contoh Sederhana Langkah Inventif
Misalnya terdapat teknologi yang sudah digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tertentu.
Kemudian seorang inventor menemukan pendekatan teknis baru yang tidak sekadar melakukan perubahan biasa, tetapi menghasilkan solusi teknis yang berbeda dan tidak mudah diduga berdasarkan teknologi sebelumnya.
Dalam kondisi seperti ini, aspek langkah inventif dapat menjadi bagian penting dalam penilaian kelayakan paten.
Karena penilaiannya bersifat teknis, inventor perlu memperhatikan hubungan antara invensi yang diajukan dengan teknologi terdahulu.
3. Invensi Harus Dapat Diterapkan dalam Industri
Syarat berikutnya adalah invensi harus dapat diterapkan dalam industri.
Secara sederhana, invensi tidak hanya berhenti sebagai gagasan atau konsep, tetapi harus dapat digunakan atau diproduksi dalam kegiatan industri sesuai karakteristik invensinya.
Aspek ini menunjukkan bahwa perlindungan paten berkaitan dengan solusi teknis yang memiliki penerapan nyata.
Contohnya dapat berupa teknologi yang dapat digunakan dalam:
proses manufaktur;
pengolahan bahan;
produksi barang;
sistem teknologi;
bidang pertanian;
bidang energi;
bidang elektronika;
atau bidang industri lainnya.
Dengan demikian, sebuah gagasan yang masih bersifat abstrak dan belum memiliki penerapan teknis yang jelas tidak serta-merta memenuhi kriteria perlindungan paten.
Baca Juga: Perkaya Wawasan Anda!
Perbedaan Invensi Baru dan Sekadar Ide
Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi adalah menganggap setiap ide bisnis atau gagasan inovatif dapat langsung dipatenkan.
Padahal, paten pada dasarnya memberikan perlindungan terhadap invensi yang memenuhi ketentuan tertentu, terutama berkaitan dengan aspek teknisnya.
Contohnya:
Ide bisnis:
Membuat layanan pesan makanan dengan sistem tertentu.
Gagasan bisnis tersebut belum tentu menjadi objek perlindungan paten hanya karena memiliki konsep bisnis yang berbeda.
Sementara itu:
Solusi teknis:
Mengembangkan teknologi atau metode teknis tertentu yang menyelesaikan permasalahan dalam proses pengiriman makanan secara inovatif.
Bagian teknis tersebut dapat menjadi objek yang perlu dianalisis lebih lanjut dari sisi kelayakan paten.
Karena itu, penting untuk memisahkan antara ide, konsep bisnis, dan invensi teknis.
Apakah Semua Invensi Bisa Dipatenkan?
Tidak.
Selain harus memenuhi kriteria seperti kebaruan, langkah inventif, dan penerapan industri, terdapat pula jenis-jenis hal yang berdasarkan ketentuan hukum paten tidak dapat diberikan perlindungan paten atau memiliki ketentuan khusus.
Karena itu, pemeriksaan tidak cukup hanya dengan bertanya apakah suatu produk atau teknologi belum pernah dibuat.
Perlu dilakukan analisis terhadap:
karakteristik teknis invensi;
teknologi terdahulu;
unsur kebaruan;
langkah inventif;
penerapan industri;
serta apakah objek tersebut termasuk kategori yang dapat memperoleh perlindungan paten.
Inilah alasan mengapa penilaian awal terhadap invensi menjadi penting sebelum permohonan diajukan.
Pentingnya Penelusuran Teknologi Terdahulu
Sebelum mendaftarkan paten, inventor sebaiknya melakukan prior art search atau penelusuran terhadap teknologi terdahulu.
Penelusuran tersebut dapat dilakukan dengan mencari dokumen paten maupun publikasi teknologi yang memiliki kemiripan dengan invensi.
Tujuannya bukan sekadar menemukan apakah ada produk yang sama, tetapi memahami sejauh mana teknologi yang telah diketahui sebelumnya.
Hasil penelusuran dapat membantu menjawab beberapa pertanyaan:
Apakah invensi benar-benar berbeda dari teknologi sebelumnya?
Apa karakteristik teknis yang menjadi pembeda?
Apakah terdapat dokumen paten yang memiliki kemiripan?
Apakah unsur yang ingin dilindungi memiliki nilai teknis yang cukup?
Apakah perlu dilakukan penyempurnaan terhadap invensi sebelum diajukan?
Penelusuran yang dilakukan lebih awal dapat membantu mengurangi risiko mengajukan permohonan terhadap invensi yang ternyata memiliki kemiripan dengan teknologi terdahulu.
Hubungan Syarat Invensi dengan Dokumen Paten
Kelayakan invensi dan kelengkapan dokumen merupakan dua hal yang berbeda tetapi saling berkaitan.
Invensi yang berpotensi mendapatkan perlindungan tetap membutuhkan dokumen permohonan yang disusun secara tepat.
Dokumen tersebut dapat mencakup:
judul invensi;
deskripsi invensi;
klaim;
abstrak;
gambar apabila diperlukan;
data pemohon;
serta dokumen pendukung lainnya.
Untuk mengetahui berkas yang perlu dipersiapkan, Anda dapat membaca artikel Dokumen yang Dibutuhkan untuk Pendaftaran Paten dan Paten Sederhana.
Dokumen yang lengkap membantu proses administrasi, sedangkan penyusunan substansi invensi yang tepat menjadi bagian penting dalam menjelaskan perlindungan yang dimohonkan.
Syarat Invensi Berbeda dengan Syarat Pendaftaran
Perbedaan ini penting untuk dipahami.
Syarat pendaftaran paten lebih berkaitan dengan ketentuan dan hal-hal yang perlu dipenuhi ketika seseorang mengajukan permohonan.
Sementara itu, syarat invensi berkaitan dengan apakah teknologi atau penemuan yang diajukan memang memenuhi kriteria untuk mendapatkan perlindungan paten.
Sebagai contoh:
Syarat pendaftaran:
data pemohon;
dokumen permohonan;
deskripsi;
klaim;
abstrak;
gambar jika diperlukan;
dan persyaratan administratif lainnya.
Syarat invensi:
memiliki kebaruan;
memiliki langkah inventif;
dapat diterapkan dalam industri;
serta tidak termasuk objek yang dikecualikan dari perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Keduanya harus diperhatikan secara bersamaan agar proses pengajuan dapat dilakukan dengan persiapan yang lebih baik.
Paten dan Paten Sederhana Memiliki Karakteristik Berbeda
Selain paten, terdapat pula paten sederhana yang dapat menjadi pilihan perlindungan untuk jenis invensi tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Karakteristik invensi yang akan dilindungi perlu diperhatikan sejak awal karena hal tersebut dapat memengaruhi strategi pengajuan.
Oleh sebab itu, sebelum menentukan jenis permohonan, inventor sebaiknya terlebih dahulu memahami karakteristik teknis invensinya.
Jika Anda ingin memahami persyaratan pengajuan untuk kedua jenis perlindungan tersebut, Anda dapat melihat pembahasan Syarat Pendaftaran Paten dan Paten Sederhana di DJKI.
Apakah Produk yang Sudah Dijual Masih Bisa Dipatenkan?
Hal ini perlu diperhatikan secara serius.
Salah satu risiko yang sering terjadi adalah inventor telah mempublikasikan, memasarkan, mempresentasikan, atau mengungkapkan invensinya sebelum melakukan pendaftaran.
Pengungkapan kepada publik dapat berpengaruh terhadap penilaian kebaruan, tergantung pada kondisi dan ketentuan hukum yang berlaku.
Karena itu, apabila suatu teknologi baru telah ditemukan, sebaiknya inventor mempertimbangkan strategi perlindungan kekayaan intelektual sebelum melakukan publikasi atau pengungkapan secara luas.
Jangan menunggu sampai produk sudah dipasarkan secara besar-besaran baru memikirkan perlindungan paten.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Inventor
Beberapa kesalahan yang dapat meningkatkan risiko dalam proses perlindungan paten antara lain:
1. Tidak Melakukan Penelusuran
Inventor langsung mengajukan permohonan tanpa mencari teknologi terdahulu.
Akibatnya, terdapat kemungkinan invensi memiliki kemiripan dengan teknologi yang telah tersedia sebelumnya.
2. Menganggap Semua Inovasi Bisa Dipatenkan
Tidak semua inovasi merupakan invensi yang memenuhi persyaratan paten.
Karakteristik teknis dan objek yang ingin dilindungi harus dianalisis terlebih dahulu.
3. Terlalu Cepat Mempublikasikan Invensi
Inventor mempresentasikan atau mempublikasikan teknologi sebelum memahami dampaknya terhadap strategi perlindungan paten.
4. Klaim Tidak Menggambarkan Perlindungan yang Diinginkan
Klaim merupakan bagian penting dalam dokumen paten karena menentukan ruang lingkup perlindungan yang dimohonkan.
Penyusunannya membutuhkan pemahaman terhadap invensi dan teknologi terdahulu.
5. Tidak Memahami Perbedaan Paten dan Paten Sederhana
Kesalahan menentukan jenis perlindungan dapat membuat strategi pengajuan menjadi kurang tepat.
Baca Juga: Perkaya Wawasan Anda!
Apakah Biaya Menentukan Apakah Invensi Bisa Dipatenkan?
Tidak.
Besarnya biaya tidak menentukan apakah sebuah invensi memenuhi persyaratan perlindungan paten.
Kelayakan paten berkaitan dengan karakteristik invensi dan ketentuan hukum yang berlaku.
Namun, biaya tetap perlu diperhitungkan sejak awal karena proses pendaftaran dapat melibatkan beberapa kebutuhan, mulai dari biaya resmi hingga kebutuhan penyusunan dan pendampingan profesional.
Untuk memahami faktor yang dapat memengaruhi biaya, Anda dapat membaca Biaya Pendaftaran Paten dan Faktor yang Mempengaruhinya.
Berapa Lama Proses Pendaftaran Paten?
Setelah memastikan invensi memiliki potensi perlindungan, inventor tetap perlu mempersiapkan dan mengajukan permohonan melalui tahapan yang berlaku.
Lama proses sampai sertifikat terbit tidak selalu sama untuk setiap permohonan. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh jenis permohonan, kelengkapan dokumen, pemeriksaan, serta tahapan lain dalam proses pendaftaran.
Pembahasan lebih lengkap mengenai tahapan dan faktor yang memengaruhi waktunya dapat dilihat pada artikel Berapa Lama Proses Pendaftaran Paten Sampai Sertifikat Terbit?.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Konsultan Paten?
Tidak semua inventor memiliki latar belakang hukum kekayaan intelektual atau teknologi yang diperlukan untuk melakukan penelusuran dan menyusun dokumen paten.
Pendampingan profesional dapat membantu inventor dalam:
melakukan analisis awal terhadap invensi;
memahami potensi perlindungan;
melakukan penelusuran teknologi terdahulu;
menentukan strategi perlindungan;
membantu menyiapkan dokumen;
menyusun atau meninjau uraian invensi;
mempersiapkan klaim;
serta mendampingi proses pengajuan dan tindak lanjut.
Jika Anda membutuhkan analisis yang lebih menyeluruh mengenai strategi perlindungan invensi, Anda dapat membaca Konsultan Paten Profesional untuk Perlindungan Invensi dan Hak Eksklusif.
Jasa Pendaftaran Paten untuk Mendapatkan Pendampingan
Memahami syarat invensi merupakan langkah awal sebelum mengajukan permohonan paten. Namun, proses perlindungan tidak berhenti pada penilaian kebaruan dan langkah inventif.
Inventor juga perlu mempersiapkan dokumen, menentukan strategi pengajuan, memperhatikan ketentuan administratif, serta mengikuti proses pemeriksaan yang berlaku.
CPS Consulting menyediakan jasa pendaftaran paten dan paten sederhana dengan pendampingan dalam proses persiapan hingga pengajuan.
Untuk mengetahui layanan secara lebih lengkap, Anda dapat melihat Jasa Pendaftaran Paten dan Paten Sederhana Resmi Hingga Terdaftar di DJKI.
Ringkasan
Syarat invensi yang dapat mendapatkan perlindungan paten tidak hanya berkaitan dengan apakah suatu teknologi merupakan sesuatu yang baru menurut pemiliknya.
Invensi perlu dianalisis berdasarkan beberapa aspek penting, terutama:
kebaruan (novelty);
langkah inventif (inventive step);
dapat diterapkan dalam industri (industrial applicability);
serta ketentuan mengenai objek yang dapat dan tidak dapat memperoleh perlindungan paten.
Melakukan penelusuran teknologi terdahulu dan analisis invensi sebelum pengajuan dapat membantu inventor memahami posisi teknologinya serta menyiapkan strategi perlindungan yang lebih tepat.
Apabila Anda masih ragu apakah invensi yang dimiliki berpotensi mendapatkan perlindungan paten, konsultasikan terlebih dahulu karakteristik teknologinya sebelum mengajukan permohonan kepada DJKI.
CPS Consulting siap membantu proses konsultasi dan pendampingan pendaftaran paten serta paten sederhana sesuai kebutuhan perlindungan invensi Anda.
Hubungi Kontak Kami 087788100016
FAQ
1. Apa syarat utama invensi agar dapat dipatenkan?
Secara umum, invensi perlu memenuhi unsur kebaruan, langkah inventif, dan dapat diterapkan dalam industri, serta tidak termasuk objek yang dikecualikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
2. Apakah semua produk baru bisa mendapatkan paten?
Tidak. Produk atau teknologi harus memenuhi kriteria perlindungan paten. Kebaruan saja belum tentu cukup apabila persyaratan lainnya tidak terpenuhi.
3. Mengapa penelusuran paten penting sebelum mendaftar?
Penelusuran membantu mengetahui apakah terdapat teknologi terdahulu yang memiliki kemiripan dan membantu menilai posisi kebaruan invensi.
4. Apakah ide bisnis dapat dipatenkan?
Tidak semua ide bisnis dapat memperoleh perlindungan paten. Paten pada dasarnya berkaitan dengan invensi yang memenuhi persyaratan perlindungan di bidang teknologi.
5. Apakah invensi yang sudah dipublikasikan masih bisa didaftarkan?
Pengungkapan invensi kepada publik dapat berpengaruh terhadap kebaruan. Karena itu, strategi perlindungan sebaiknya dipertimbangkan sebelum invensi dipublikasikan secara luas, dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
6. Apakah saya harus menggunakan konsultan untuk mendaftarkan paten?
Tidak selalu. Namun, pendampingan profesional dapat membantu melakukan analisis invensi, penelusuran teknologi terdahulu, penyusunan dokumen, serta strategi pengajuan.
Artikel Terbaru
- Jasa Pembuatan Yayasan Resmi: Solusi Praktis Mengatasi Kendala dan Hambatan Pendirian di OSS
- Syarat Invensi yang Dapat Mendapatkan Perlindungan Paten
- Berapa Lama Proses Pendaftaran Paten Sampai Sertifikat Terbit?
- Biaya Pendaftaran Paten dan Faktor yang Mempengaruhinya
- Dokumen yang Dibutuhkan untuk Pendaftaran Paten dan Paten Sederhana