Kelas Merek: Cara Menentukan Kelas yang Tepat untuk Usaha

Kelas Merek: Cara Menentukan Kelas yang Tepat untuk Usaha

kelas merek, kelas pendaftaran merek, cara menentukan kelas merek, kelas merek usaha, pendaftaran merek, DJKI, konsultan merek

27 Aug 2026 | 22 views



Kelas Merek: Cara Menentukan Kelas yang Tepat untuk Usaha

Saat ingin mendaftarkan merek, salah satu hal yang sering membuat pemilik usaha bingung adalah menentukan kelas merek. Banyak yang mengira cukup mendaftarkan nama bisnis atau produk, lalu merek tersebut otomatis terlindungi untuk semua jenis usaha.

Padahal, perlindungan merek berkaitan dengan barang dan/atau jasa yang didaftarkan. Karena itu, pemilihan kelas yang tepat menjadi bagian penting sebelum mengajukan permohonan merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Kesalahan dalam menentukan kelas dapat membuat perlindungan merek tidak sesuai dengan kegiatan usaha yang sebenarnya dijalankan.

Apa Itu Kelas Merek?

Kelas merek adalah pengelompokan barang dan jasa yang digunakan dalam sistem pendaftaran merek. Setiap produk atau layanan memiliki klasifikasi tertentu yang menentukan ruang lingkup perlindungan merek.

Secara umum, klasifikasi merek terbagi menjadi kelas barang dan kelas jasa.

Misalnya, usaha yang menjual pakaian akan memiliki kebutuhan kelas yang berbeda dengan usaha yang menyediakan jasa restoran, konsultasi, pendidikan, atau periklanan.

Karena itu, pemilik usaha perlu melihat apa yang dijual atau jasa apa yang diberikan, bukan hanya nama bisnisnya.

Mengapa Penentuan Kelas Merek Sangat Penting?

Pemilihan kelas bukan sekadar formalitas ketika mengisi permohonan. Kelas yang dipilih akan berkaitan dengan ruang lingkup barang atau jasa yang ingin dilindungi.

Bayangkan sebuah usaha sudah memiliki merek yang dikenal pelanggan, tetapi sejak awal hanya mendaftarkan kelas yang tidak sesuai dengan produk utamanya. Ketika bisnis berkembang, pemilik usaha dapat menemukan bahwa perlindungan yang dimiliki belum mencakup kegiatan usaha tertentu.

Oleh sebab itu, penentuan kelas sebaiknya dilakukan sebelum permohonan diajukan.

Contoh Kelas Merek Berdasarkan Jenis Usaha

Berikut beberapa contoh kelas yang umum ditemui dalam kegiatan usaha:

Kelas 25 – Pakaian dan Fashion

Kelas ini berkaitan dengan berbagai jenis pakaian, alas kaki, dan penutup kepala.

Contohnya:

  • Kaos
  • Kemeja
  • Jaket
  • Celana
  • Hijab
  • Sepatu
  • Topi

Jika Anda memiliki bisnis fashion, kelas ini dapat menjadi salah satu kelas yang perlu dipertimbangkan.

Kelas 29 – Produk Makanan Tertentu

Kelas 29 mencakup berbagai produk makanan tertentu seperti daging, ikan, produk susu, serta beberapa jenis makanan olahan.

Contoh produknya antara lain:

  • Abon
  • Sosis
  • Produk susu
  • Makanan berbahan dasar daging
  • Makanan olahan tertentu

Namun, tidak semua produk makanan masuk ke kelas yang sama. Jenis produk perlu diperiksa terlebih dahulu.

Kelas 30 – Makanan dan Minuman Tertentu

Kelas 30 mencakup berbagai produk seperti kopi, teh, tepung, roti, kue, bumbu, dan sejumlah produk makanan lainnya.

Contohnya:

  • Kopi
  • Teh
  • Roti
  • Kue
  • Kerupuk
  • Sambal
  • Bumbu masak
  • Makanan berbahan dasar tepung

Pemilik usaha makanan perlu memastikan produk yang dijual masuk ke kelas yang tepat karena satu jenis usaha dapat memiliki beberapa kategori produk.

Kelas 32 – Minuman Non-Alkohol

Kelas 32 antara lain mencakup berbagai jenis minuman non-alkohol, seperti minuman ringan, air mineral, jus, dan minuman tertentu lainnya.

Jika Anda memiliki bisnis minuman kemasan, kelas ini dapat menjadi salah satu kelas yang perlu diperhatikan.

Kelas 35 – Perdagangan dan Periklanan

Kelas 35 berkaitan dengan jasa tertentu dalam bidang periklanan, manajemen bisnis, administrasi bisnis, serta kegiatan perdagangan tertentu.

Kelas ini sering menjadi perhatian bagi pelaku usaha yang menjalankan aktivitas perdagangan atau menyediakan layanan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan bisnis.

Namun, jangan langsung memilih kelas hanya berdasarkan jenis usaha. Kegiatan yang sebenarnya dilakukan tetap perlu dianalisis terlebih dahulu.

Kelas 43 – Restoran dan Jasa Penyediaan Makanan

Kelas 43 berkaitan dengan jasa penyediaan makanan dan minuman serta akomodasi sementara.

Contohnya:

  • Restoran
  • Kafe
  • Catering
  • Jasa penyediaan makanan
  • Penginapan

Jadi, bisnis kuliner dapat memiliki kebutuhan kelas yang berbeda tergantung apakah yang dilindungi adalah produk makanan atau jasa restoran/penyediaan makanan.

Apakah Satu Usaha Hanya Membutuhkan Satu Kelas?

Tidak selalu.

Satu bisnis dapat memiliki beberapa produk atau jasa yang membutuhkan perlindungan pada kelas berbeda.

Contohnya, sebuah bisnis memiliki merek yang digunakan untuk:

  • Produk makanan kemasan.
  • Toko yang menjual produk tersebut.
  • Jasa restoran.

Dalam kondisi seperti itu, pemilik usaha perlu melihat masing-masing kegiatan untuk menentukan kelas yang relevan.

Inilah salah satu alasan mengapa penentuan kelas sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan nama usaha.

Apakah Semakin Banyak Kelas Semakin Baik?

Belum tentu.

Mendaftarkan banyak kelas memang dapat memberikan cakupan perlindungan yang lebih luas, tetapi setiap kelas juga merupakan permohonan tersendiri sehingga akan memengaruhi kebutuhan biaya pendaftaran.

Karena itu, strategi yang lebih tepat adalah memilih kelas berdasarkan kebutuhan bisnis yang benar-benar ingin dilindungi.

Jika ingin memahami lebih lanjut mengenai faktor yang memengaruhi biaya, Anda dapat membaca artikel Biaya Pendaftaran Merek Terbaru dan Faktor yang Mempengaruhinya.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Kelas

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemilik usaha antara lain:

1. Hanya Mengikuti Nama Bisnis

Nama bisnis tidak selalu menunjukkan kelas yang tepat. Dua bisnis dengan nama yang sama-sama bergerak di bidang berbeda dapat membutuhkan kelas yang berbeda.

2. Memilih Kelas Karena Melihat Bisnis Lain

Meniru kelas yang digunakan merek lain belum tentu tepat untuk bisnis Anda.

Setiap usaha memiliki produk dan layanan yang berbeda sehingga kelas perlu disesuaikan dengan kegiatan sebenarnya.

3. Tidak Memikirkan Perkembangan Usaha

Usaha yang awalnya hanya menjual satu produk bisa berkembang menjadi beberapa lini bisnis.

Karena itu, kebutuhan perlindungan merek sebaiknya dipertimbangkan sejak awal dengan melihat arah perkembangan usaha.

4. Menganggap Semua Produk Makanan Berada di Satu Kelas

Ini juga merupakan kesalahan yang cukup umum. Produk makanan dapat masuk ke kelas yang berbeda tergantung jenis dan karakteristik produknya.

Cek Merek Sebelum Menentukan Strategi Pendaftaran

Selain menentukan kelas, penelusuran merek juga sebaiknya dilakukan sebelum mengajukan permohonan.

Anda dapat melakukan pengecekan untuk melihat apakah sudah terdapat merek yang sama atau memiliki kemiripan dalam kelas yang relevan.

Namun, sekadar menemukan nama yang sama belum tentu cukup untuk menentukan apakah suatu merek aman didaftarkan. Hasil penelusuran juga perlu dianalisis berdasarkan kelas dan karakteristik mereknya.

Untuk mengetahui cara melakukan pengecekan secara mandiri, Anda dapat membaca artikel Cara Cek Merek Terdaftar Sebelum Mengajukan ke DJKI.

Bagaimana Jika Bingung Menentukan Kelas?

Jika masih ragu menentukan kelas, jangan hanya memilih berdasarkan perkiraan.

CPS Consulting dapat membantu mengidentifikasi kegiatan usaha, produk, dan jasa yang Anda jalankan untuk menentukan kelas yang relevan dengan kebutuhan pendaftaran merek.

Pendekatan ini merupakan bagian dari Pendampingan Pendaftaran Merek yang membantu pemilik usaha mempersiapkan pendaftaran secara lebih terarah.

Mengapa Menggunakan Konsultan Pendaftaran Merek?

Penentuan kelas merupakan salah satu bagian yang perlu diperhatikan sebelum permohonan diajukan. Namun, proses pendaftaran juga mencakup penelusuran, persiapan dokumen, pengajuan, hingga monitoring.

Melalui layanan Konsultan Pendaftaran Merek, CPS Consulting membantu pemilik usaha memahami kebutuhan perlindungan mereknya sebelum proses pendaftaran dilakukan.

Dengan demikian, pemohon tidak hanya berfokus pada mengajukan merek, tetapi juga mempertimbangkan apakah perlindungan yang dimohon sudah sesuai dengan kegiatan bisnisnya.

Kelas Merek Bukan Sekadar Pilihan Administrasi

Menentukan kelas merek dengan tepat berarti menentukan barang atau jasa apa yang ingin dilindungi oleh merek tersebut.

Karena setiap usaha memiliki produk, layanan, dan arah perkembangan yang berbeda, tidak ada satu kelas yang otomatis cocok untuk semua bisnis.

Melakukan identifikasi sejak awal dapat membantu menghindari kesalahan dalam pengajuan dan membuat perlindungan merek lebih sesuai dengan kebutuhan usaha.

Konsultasikan Kelas Merek dengan CPS Consulting

Jika Anda masih bingung menentukan kelas yang sesuai dengan produk atau jasa yang dijalankan, CPS Consulting siap membantu melalui layanan Jasa Pendaftaran Merek, mulai dari penelusuran merek, penentuan kelas, pengajuan permohonan, monitoring proses, hingga pendampingan apabila terdapat kendala dalam proses pemeriksaan.

Layanan kami mencakup penelusuran merek, penentuan kelas, pengajuan permohonan, monitoring proses, hingga pendampingan apabila terdapat kendala dalam proses pemeriksaan.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan pendaftaran merek dan kebutuhan kelas usaha Anda, Kontak Kami melalui CPS Consulting.

CPS AI Avatar

CPS Consulting

CPS AI Assistant

Chat Tim Kami Yuk..