Akta CV: Fungsi, Isi, Proses Pembuatan, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Akta CV: Fungsi, Isi, Proses Pembuatan, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

akta CV, akta pendirian CV, pembuatan akta CV, biaya akta CV, legalitas CV, syarat akta CV, NIB CV, KBLI CV

27 Aug 2026 | 94 views



Akta CV: Fungsi, Isi, Proses Pembuatan, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Akta CV merupakan dokumen penting dalam pendirian Commanditaire Vennootschap (CV). Dokumen ini memuat kesepakatan para pendiri mengenai identitas perusahaan, kedudukan para sekutu, kegiatan usaha, modal, dan ketentuan lain yang disepakati.

Bagi pelaku usaha yang ingin mendirikan CV, memahami fungsi akta, persyaratan, proses pembuatan, dan hubungannya dengan legalitas usaha sangat penting. Kesalahan dalam menyiapkan data atau menentukan kegiatan usaha dapat menimbulkan kendala pada proses administrasi berikutnya.

Artikel ini membahas hal-hal yang perlu diketahui sebelum membuat Akta Pendirian CV, termasuk dokumen yang perlu disiapkan dan langkah setelah akta selesai.


Apa Itu Akta CV?

Akta CV adalah dokumen yang dibuat melalui notaris untuk menuangkan kesepakatan para pihak dalam mendirikan Commanditaire Vennootschap.

Akta tersebut menjadi dasar penting untuk mencatat informasi mengenai perusahaan dan para sekutu, termasuk identitas pendiri, alamat, kegiatan usaha, modal, serta ketentuan mengenai hubungan antarsekutu.

Berbeda dengan perusahaan yang memiliki karakteristik badan hukum, CV merupakan bentuk persekutuan usaha yang memiliki karakteristik tersendiri dalam hubungan antara sekutu aktif dan sekutu komanditer.

Karena itu, sebelum membuat akta, para pendiri sebaiknya sudah memiliki kesepakatan mengenai struktur dan kegiatan usaha yang akan dijalankan.


Fungsi Akta CV

Akta CV memiliki beberapa fungsi penting dalam pendirian dan pengelolaan perusahaan.

1. Menjadi Dasar Pendirian CV

Akta menjadi dokumen utama yang menuangkan kesepakatan para pihak untuk mendirikan CV.

Di dalamnya terdapat informasi mengenai siapa saja yang menjadi sekutu dan bagaimana struktur perusahaan dibentuk.

2. Menjelaskan Struktur Sekutu

CV memiliki sekutu aktif dan sekutu komanditer.

Akta dapat menjelaskan kedudukan masing-masing pihak sehingga peran dan tanggung jawab dalam perusahaan lebih jelas.

3. Menjelaskan Kegiatan Usaha

Kegiatan usaha CV perlu dicantumkan secara tepat agar dapat menjadi dasar dalam menentukan klasifikasi kegiatan usaha atau KBLI.

4. Menjadi Dokumen Pendukung Legalitas

Akta CV dapat menjadi salah satu dokumen yang digunakan dalam proses administrasi dan pengurusan legalitas perusahaan lainnya.

5. Memberikan Kepastian atas Kesepakatan Para Pendiri

Ketentuan mengenai modal, pembagian keuntungan, pengelolaan usaha, dan hal lainnya dapat dituangkan dalam akta sehingga kesepakatan para pihak memiliki dokumentasi yang jelas.


Isi Akta CV

Isi akta dapat berbeda tergantung kesepakatan para pihak dan kebutuhan perusahaan. Namun, secara umum terdapat beberapa informasi penting yang perlu diperhatikan.

1. Nama CV

Nama CV merupakan identitas perusahaan.

Calon pendiri perlu menentukan nama yang sesuai dan melakukan pemeriksaan sebelum digunakan dalam dokumen pendirian.

Sebaiknya siapkan beberapa alternatif nama untuk mengantisipasi apabila nama yang diinginkan tidak dapat digunakan.

2. Alamat dan Kedudukan CV

Akta mencantumkan kedudukan atau alamat perusahaan.

Informasi tersebut perlu diperhatikan karena data alamat nantinya dapat berkaitan dengan administrasi perusahaan dan perizinan usaha.

Pastikan alamat yang digunakan jelas dan sesuai dengan kondisi perusahaan.

3. Identitas Para Sekutu

Identitas para pihak yang mendirikan CV menjadi bagian penting dalam akta.

Data harus dipastikan benar dan sesuai dengan dokumen identitas masing-masing.

Kesalahan seperti nama, nomor identitas, atau alamat yang tidak sesuai dapat menyebabkan proses administrasi selanjutnya mengalami kendala.

4. Sekutu Aktif dan Sekutu Komanditer

Akta perlu menjelaskan pihak yang menjadi sekutu aktif dan pihak yang menjadi sekutu komanditer.

Sekutu aktif pada dasarnya berperan dalam pengurusan dan menjalankan kegiatan perusahaan.

Sementara itu, sekutu komanditer merupakan pihak yang memiliki kedudukan sebagai sekutu pasif sesuai karakteristik CV.

Pembagian peran ini penting untuk dipahami oleh seluruh pendiri sejak awal.

5. Modal CV

Akta juga dapat memuat ketentuan mengenai modal yang disepakati oleh para sekutu.

Para pendiri sebaiknya membicarakan terlebih dahulu:

  • Besaran modal.

  • Kontribusi masing-masing pihak.

  • Bentuk kontribusi.

  • Ketentuan penggunaan modal.

Kesepakatan tersebut membantu menciptakan kejelasan hubungan antarsekutu.

6. Kegiatan Usaha

Kegiatan usaha merupakan bagian yang sangat penting.

Calon pendiri perlu menjelaskan kegiatan bisnis yang akan dilakukan sehingga dapat ditentukan KBLI yang sesuai.

Misalnya CV bergerak di bidang perdagangan, jasa, konstruksi, konsultasi, produksi, atau bidang lainnya.

Jangan mencantumkan kegiatan usaha secara asal karena kegiatan tersebut nantinya berkaitan dengan perizinan usaha.

7. Ketentuan Pembagian Keuntungan

Akta dapat memuat ketentuan mengenai pembagian keuntungan antara para sekutu.

Hal ini penting terutama jika CV didirikan oleh beberapa pihak dengan kontribusi modal atau peran yang berbeda.

Kesepakatan sebaiknya dibuat secara jelas sejak awal untuk mengurangi potensi perselisihan.

8. Hak dan Kewajiban Para Sekutu

Hak dan kewajiban masing-masing pihak juga perlu diperhatikan.

Dengan ketentuan yang jelas, para sekutu dapat memahami batas kewenangan dan tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan perusahaan.


Bagaimana Proses Pembuatan Akta CV?

Secara umum, proses pendirian CV dapat dipersiapkan melalui tahapan berikut.

1. Menentukan para pendiri dan struktur sekutu

Para pendiri menyepakati siapa yang menjadi sekutu aktif dan sekutu komanditer, termasuk pembagian peran dan ketentuan kerja sama.

2. Menentukan nama dan alamat CV

Siapkan nama yang akan digunakan serta alamat kedudukan perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Menentukan kegiatan usaha dan KBLI

Identifikasi aktivitas bisnis yang benar-benar akan dijalankan, kemudian tentukan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang sesuai.

4. Menyiapkan data dan dokumen

Lengkapi informasi yang dibutuhkan untuk penyusunan akta dan periksa kembali kesesuaian datanya.

5. Penyusunan dan penandatanganan akta

Notaris menyusun akta berdasarkan data dan kesepakatan para pendiri. Para pihak perlu memeriksa isi akta sebelum penandatanganan sesuai prosedur.

6. Melanjutkan pengurusan legalitas usaha

Setelah pendirian, perusahaan perlu memperhatikan administrasi CV, perpajakan, NIB melalui OSS, dan perizinan lain yang diperlukan sesuai kegiatan usaha.

Jika terdapat kendala dalam persiapan data, penentuan kegiatan usaha, atau proses legalitas berikutnya, kamu dapat membaca panduan Kendala Pendirian CV yang Sering Terjadi: Penyebab dan Cara Mengatasinya


Dokumen yang Perlu Disiapkan

Dokumen dapat berbeda sesuai kebutuhan dan kondisi para pendiri. Namun, secara umum calon pendiri perlu menyiapkan:

  • KTP atau identitas para sekutu.

  • NPWP sesuai kebutuhan.

  • Alamat perusahaan.

  • Nomor telepon.

  • Email aktif.

  • Nama CV.

  • Data modal.

  • Informasi sekutu aktif dan komanditer.

  • Kegiatan usaha.

  • Informasi lain yang diperlukan untuk penyusunan akta.

Sebaiknya seluruh data diperiksa sebelum diserahkan kepada notaris.


Apa Hubungan Akta CV dengan KBLI dan NIB OSS?

Akta CV, KBLI, dan NIB memiliki fungsi berbeda tetapi saling berkaitan dalam proses legalitas usaha.

Akta CV mencatat kesepakatan pendirian dan informasi perusahaan. KBLI digunakan untuk mengklasifikasikan kegiatan usaha, sedangkan NIB merupakan identitas pelaku usaha dalam sistem perizinan berusaha melalui OSS.

Karena itu, kegiatan usaha perlu direncanakan sejak awal agar informasi dalam dokumen pendirian dapat diselaraskan dengan kegiatan yang didaftarkan dalam sistem perizinan.

KBLI sebaiknya tidak dipilih hanya karena nama kegiatannya terlihat mirip. Periksa deskripsi dan ruang lingkupnya agar sesuai dengan aktivitas bisnis yang sebenarnya. Selain NIB, kegiatan tertentu juga dapat memerlukan perizinan tambahan berdasarkan ketentuan yang berlaku.


Berapa Biaya Pembuatan Akta CV?

Biaya pembuatan Akta CV dapat berbeda tergantung notaris, lokasi, kompleksitas pendirian, serta ruang lingkup layanan yang diberikan.

Sebelum menggunakan jasa pendirian CV, mintalah rincian biaya agar kamu memahami layanan yang termasuk di dalam penawaran. Perhatikan juga apakah biaya tersebut hanya mencakup pembuatan akta atau termasuk pengurusan administrasi dan perizinan lain.

Untuk memperoleh gambaran yang sesuai dengan kebutuhan usaha, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kegiatan bisnis, lokasi, dan kebutuhan legalitas yang akan diurus. atau baca Biaya Pendirian CV: Rincian Biaya, Komponen Pengeluaran, dan Tips Menghemat


Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuat Akta CV

Ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperiksa sebelum akta dibuat.

Pastikan identitas benar

Periksa nama dan nomor identitas seluruh pendiri.

Tentukan struktur sekutu

Jangan membuat akta sebelum para pendiri memahami pembagian peran.

Tentukan kegiatan usaha

Pastikan kegiatan bisnis sudah jelas sejak awal.

Periksa KBLI

KBLI harus sesuai dengan kegiatan usaha.

Pastikan alamat

Gunakan alamat perusahaan yang jelas dan sesuai kebutuhan.

Diskusikan pembagian keuntungan

Jika CV didirikan bersama, pembagian keuntungan sebaiknya disepakati sejak awal.

Jangan hanya fokus pada akta

Setelah akta selesai, masih ada aspek legalitas lain yang perlu diperhatikan.


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Akta CV

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:

  1. Salah memasukkan data pendiri.

  2. Tidak menentukan sekutu aktif dan komanditer dengan jelas.

  3. Kegiatan usaha terlalu umum.

  4. KBLI tidak sesuai dengan kegiatan bisnis.

  5. Alamat perusahaan tidak sesuai.

  6. Tidak memeriksa draft akta.

  7. Tidak menyesuaikan legalitas setelah terjadi perubahan data.

  8. Menganggap Akta Pendirian sudah mencakup seluruh perizinan usaha.

Dengan melakukan pemeriksaan sejak awal, berbagai kesalahan tersebut dapat diminimalkan. untuk informasi lebih lanjut 


FAQ

Apakah Akta CV wajib dibuat melalui notaris?

Pendirian CV dilakukan dengan pembuatan akta oleh notaris sesuai mekanisme yang berlaku. Karena itu, calon pendiri perlu mempersiapkan data dan kesepakatan sebelum proses penyusunan akta.

Apa saja yang tercantum dalam Akta CV?

Secara umum, akta memuat nama dan kedudukan CV, identitas sekutu, struktur sekutu aktif dan komanditer, kegiatan usaha, modal, serta ketentuan lain sesuai kesepakatan para pihak.

Berapa biaya pembuatan Akta CV?

Biaya dapat berbeda tergantung notaris, lokasi, kompleksitas pendirian, dan layanan yang diberikan. Sebaiknya calon pendiri meminta rincian biaya sebelum proses dilakukan.

Apakah Akta CV sama dengan NIB?

Tidak. Akta CV merupakan dokumen pendirian perusahaan, sedangkan NIB merupakan bagian dari sistem perizinan berusaha melalui OSS.

Apakah setelah memiliki Akta CV masih perlu mengurus NIB?

Untuk menjalankan kegiatan usaha, pemilik CV perlu memperhatikan NIB dan perizinan berusaha sesuai kegiatan serta tingkat risiko usaha.

Apakah kegiatan usaha dalam Akta CV bisa diubah?

Perubahan kegiatan usaha dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Jika perubahan berkaitan dengan ketentuan dalam akta, dapat diperlukan akta perubahan dan penyesuaian data perizinan.

Apakah Akta CV bisa diperbaiki jika ada kesalahan?

Jika terdapat kesalahan dalam dokumen, mekanisme perbaikannya perlu dikonsultasikan dengan notaris berdasarkan jenis dan sifat kesalahan tersebut.


Ringkasan

Akta CV merupakan dokumen penting dalam pendirian Commanditaire Vennootschap yang memuat kesepakatan para pendiri mengenai struktur dan informasi perusahaan.

Beberapa informasi yang perlu diperhatikan meliputi nama CV, alamat, identitas sekutu, sekutu aktif dan komanditer, modal, kegiatan usaha, hak dan kewajiban para sekutu, serta ketentuan pembagian keuntungan.

Pembuatan akta melalui beberapa tahap, mulai dari menentukan pendiri, nama, alamat, kegiatan usaha, menyiapkan dokumen, penyusunan oleh notaris, hingga penandatanganan.

Setelah akta selesai, legalitas CV perlu dilanjutkan dengan memperhatikan administrasi perpajakan, KBLI, NIB OSS, dan perizinan usaha sesuai dengan kegiatan yang dijalankan.

Yang paling penting, seluruh data legalitas harus dibuat konsisten agar tidak menimbulkan kendala administratif di kemudian hari.


Konsultasikan Pendirian CV Bersama CPS Consulting

Ingin mendirikan CV tetapi masih bingung menyiapkan data pendiri, menentukan kegiatan usaha, memilih KBLI, atau melanjutkan pengurusan NIB OSS?

CPS Consulting dapat membantu mendiskusikan kebutuhan legalitas usaha, persiapan dokumen, proses pendirian CV, dan kebutuhan perizinan sesuai kegiatan bisnis kamu.

Dengan persiapan yang tepat, proses pendirian dapat dilakukan secara lebih terarah dan kebutuhan legalitas dapat diidentifikasi sejak awal.

Hubungi CPS Consulting melalui WhatsApp untuk konsultasi pendirian CV.

0877-8810-0016

Tim CPS Consulting siap mendiskusikan kebutuhan pendirian CV dan membantu mengarahkan langkah legalitas berikutnya sesuai kebutuhan perusahaan.


BACA JUGA

CPS AI Avatar

CPS Consulting

CPS AI Assistant

Chat Tim Kami Yuk..