Kapan Sertifikat Standar Wajib Dipenuhi? Kenali Tingkat Risiko Usaha dan Ketentuan OSS RBA

Kapan Sertifikat Standar Wajib Dipenuhi? Kenali Tingkat Risiko Usaha dan Ketentuan OSS RBA

kapan Sertifikat Standar wajib, Sertifikat Standar OSS, risiko menengah, OSS RBA, Sertifikat Standar terverifikasi, NIB

03 Sep 2026 | 111 views



Kapan Sertifikat Standar Wajib Dipenuhi? Kenali Tingkat Risiko OSS RBA

Sertifikat Standar OSS wajib dipenuhi oleh pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usaha dengan persyaratan perizinan tertentu berdasarkan tingkat risiko dan ketentuan yang berlaku. Kewajiban ini tidak sama untuk semua usaha karena ditentukan berdasarkan bidang usaha, KBLI, dan karakteristik kegiatan yang dijalankan.

Banyak pelaku usaha mengira bahwa setelah Nomor Induk Berusaha (NIB) terbit, seluruh legalitas sudah selesai. Padahal, kegiatan usaha tertentu masih membutuhkan Sertifikat Standar, termasuk pemenuhan standar dan verifikasi apabila dipersyaratkan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan Sertifikat Standar wajib dipenuhi, bagaimana hubungannya dengan tingkat risiko usaha, dan apa yang perlu dilakukan jika status perizinan di OSS belum sesuai.

Kapan Sertifikat Standar Wajib Dipenuhi?

Sertifikat Standar berkaitan dengan kegiatan usaha yang masuk kategori risiko menengah rendah dan menengah tinggi. Sementara itu, kegiatan usaha berisiko rendah secara umum cukup menggunakan NIB sebagai Perizinan Berusaha, sedangkan kegiatan berisiko tinggi memerlukan NIB dan Izin.

Ketentuan ini merupakan bagian dari sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko atau OSS RBA yang saat ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

Secara umum, berikut gambaran perizinan berdasarkan tingkat risiko usaha:

Tingkat Risiko UsahaPerizinan Berusaha
Risiko rendahNIB
Risiko menengah rendahNIB dan Sertifikat Standar berupa pernyataan pemenuhan standar
Risiko menengah tinggiNIB dan Sertifikat Standar yang telah diverifikasi
Risiko tinggiNIB dan Izin

Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Persyaratan aktual tetap harus diperiksa berdasarkan KBLI, kegiatan usaha, serta ketentuan sektoral yang berlaku.

Untuk memahami pengertian, fungsi, dan hubungan Sertifikat Standar dengan legalitas usaha secara lebih lengkap, baca juga artikel Apa Itu Sertifikat Standar OSS? Fungsi, Jenis, dan Ketentuannya.

1. Sertifikat Standar untuk Usaha Risiko Menengah Rendah

Pelaku usaha dengan kegiatan berisiko menengah rendah pada umumnya memerlukan NIB dan Sertifikat Standar berupa pernyataan pemenuhan standar sesuai mekanisme yang berlaku.

Pada kategori ini, pelaku usaha menyatakan kesanggupan memenuhi standar kegiatan usaha yang dipersyaratkan. Pemenuhan tersebut tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku untuk KBLI dan sektor terkait.

Meskipun mekanismenya dapat berbeda dari risiko menengah tinggi, pelaku usaha tidak boleh mengabaikan standar yang wajib dipenuhi.

Sebelum melanjutkan kegiatan usaha, periksa status perizinan melalui OSS dan pastikan tidak ada persyaratan tambahan yang masih harus diselesaikan.

2. Sertifikat Standar untuk Usaha Risiko Menengah Tinggi

Kegiatan usaha dengan tingkat risiko menengah tinggi pada umumnya membutuhkan NIB dan Sertifikat Standar yang telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan.

Artinya, pelaku usaha tidak cukup hanya memastikan dokumen atau pernyataan Sertifikat Standar sudah tersedia di OSS. Pemenuhan standar yang dipersyaratkan juga harus diperiksa dan diverifikasi oleh pihak yang berwenang sesuai mekanisme yang berlaku.

Jika Sertifikat Standar belum terverifikasi, pelaku usaha perlu memeriksa persyaratan yang belum dipenuhi, catatan verifikasi, dan tindak lanjut yang diminta melalui sistem OSS.

Status tersebut perlu diperhatikan karena berkaitan dengan pemenuhan kewajiban perizinan sebelum kegiatan operasional dan/atau komersial dijalankan sesuai ketentuan.

Apakah Semua KBLI Membutuhkan Sertifikat Standar?

Tidak semua kegiatan usaha membutuhkan Sertifikat Standar dengan persyaratan yang sama. Kewajiban perizinan ditentukan berdasarkan hasil analisis risiko dan ketentuan yang berlaku untuk masing-masing kegiatan usaha.

KBLI digunakan untuk mengidentifikasi bidang kegiatan usaha yang dijalankan. Pemilihan KBLI yang tidak sesuai dengan aktivitas sebenarnya dapat menyebabkan ketidaksesuaian data dan kebutuhan perizinan.

Karena itu, sebelum mengurus Sertifikat Standar, pelaku usaha perlu memeriksa:

  • Kesesuaian KBLI dengan kegiatan usaha yang sebenarnya.

  • Tingkat risiko kegiatan usaha yang terdaftar di OSS.

  • Persyaratan standar yang harus dipenuhi.

  • Persyaratan dasar dan dokumen teknis apabila diwajibkan.

  • Ketentuan tambahan yang berlaku pada sektor terkait.

Pemeriksaan ini membantu pelaku usaha mengetahui apakah Sertifikat Standar diperlukan dan apa saja kewajiban yang harus diselesaikan.

Kapan Pelaku Usaha Harus Memeriksa Kewajiban Sertifikat Standar?

Pemeriksaan kewajiban Sertifikat Standar sebaiknya dilakukan sejak awal proses pengurusan legalitas usaha, terutama pada kondisi berikut:

1. Saat mendirikan atau mendaftarkan usaha

Pastikan KBLI dan data kegiatan usaha sesuai dengan aktivitas yang akan dijalankan. Dengan begitu, kebutuhan perizinan dapat diketahui sejak awal.

2. Saat menambahkan KBLI baru

Penambahan kegiatan usaha dapat memunculkan kewajiban perizinan yang berbeda. Jangan menganggap bahwa seluruh KBLI dalam satu perusahaan memiliki tingkat risiko yang sama.

3. Saat NIB sudah terbit

Periksa kembali daftar kegiatan usaha dan perizinan yang tercantum pada OSS. NIB yang sudah terbit belum tentu berarti seluruh persyaratan kegiatan usaha telah terpenuhi.

4. Saat akan memulai kegiatan operasional atau komersial

Pastikan status perizinan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kegiatan usaha tersebut.

Apa Arti Sertifikat Standar Belum Terverifikasi?

Sertifikat Standar belum terverifikasi menunjukkan bahwa proses verifikasi yang dipersyaratkan belum selesai atau belum menghasilkan status terverifikasi pada mekanisme terkait.

Kondisi ini dapat berkaitan dengan dokumen yang belum lengkap, standar yang belum dipenuhi, data kegiatan usaha yang perlu diperbaiki, atau tindak lanjut verifikasi yang masih diperlukan.

Namun, penyebabnya tidak selalu sama untuk setiap kegiatan usaha. Pelaku usaha perlu memeriksa status dan catatan pada OSS sebelum menentukan langkah perbaikan.

Jika mengalami kondisi tersebut, baca panduan Sertifikat Standar Tidak Terbit atau Belum Terverifikasi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Mengecek Kewajiban Sertifikat Standar di OSS?

Pelaku usaha dapat melakukan pemeriksaan awal melalui sistem OSS dengan langkah berikut:

  1. Masuk ke akun OSS yang digunakan untuk mengelola perizinan usaha.

  2. Periksa data kegiatan usaha dan KBLI yang telah didaftarkan.

  3. Identifikasi tingkat risiko serta jenis Perizinan Berusaha yang dipersyaratkan.

  4. Periksa status NIB, Sertifikat Standar, dan persyaratan lain yang tercantum.

  5. Baca catatan atau instruksi tindak lanjut jika terdapat persyaratan yang belum terpenuhi.

  6. Lengkapi kewajiban sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Tampilan dan tahapan yang tersedia dapat berbeda sesuai kondisi akun, kegiatan usaha, dan ketentuan sektoral. Karena itu, pemeriksaan harus didasarkan pada data kegiatan usaha yang sebenarnya.

Untuk mengetahui tahapan pengurusan secara lebih terperinci, baca [Panduan Lengkap Sertifikat Standar OSS: Kenali Alur, Syarat Dokumen, dan Rincian Biayanya] 

Bagaimana Jika Sertifikat Standar Belum Terpenuhi?

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Sertifikat Standar masih harus dipenuhi, jangan langsung mengulang pengajuan tanpa mengetahui penyebabnya.

Lakukan beberapa langkah berikut:

  • Periksa kembali kesesuaian KBLI dan data kegiatan usaha.

  • Identifikasi dokumen atau standar yang masih belum terpenuhi.

  • Baca catatan verifikasi dan instruksi yang tersedia di OSS.

  • Lengkapi atau perbaiki data sesuai persyaratan.

  • Lakukan tindak lanjut melalui mekanisme yang berlaku.

  • Pastikan status perizinan telah sesuai sebelum menjalankan kegiatan yang mensyaratkannya.

Apabila kendala tidak dapat diidentifikasi, pelaku usaha dapat mempertimbangkan pendampingan untuk memeriksa data, persyaratan, dan tahapan pemenuhan perizinan.

Kapan Perlu Menggunakan Konsultan Sertifikat Standar?

Pendampingan konsultan dapat dipertimbangkan apabila pelaku usaha belum memahami kewajiban perizinan, mengalami kendala dalam proses OSS, atau memiliki beberapa KBLI dengan persyaratan yang berbeda.

Konsultan dapat membantu melakukan pemeriksaan awal terhadap KBLI, mengidentifikasi tingkat risiko, memetakan dokumen yang dibutuhkan, dan mendampingi proses administrasi sesuai ruang lingkup layanan.

Namun, konsultan tidak menggantikan kewajiban pelaku usaha untuk memenuhi standar maupun kewenangan pihak yang melakukan verifikasi.

Jika membutuhkan bantuan, pelajari layanan konsultan Sertifikat Standar melalui artikel terkait yang telah diterbitkan di website kami.

FAQ Seputar Kewajiban Sertifikat Standar

1. Kapan Sertifikat Standar wajib dipenuhi?

Sertifikat Standar berkaitan dengan kegiatan usaha berisiko menengah rendah dan menengah tinggi. Kewajiban serta mekanisme pemenuhannya perlu diperiksa berdasarkan KBLI dan ketentuan yang berlaku.

2. Apakah NIB saja cukup untuk menjalankan usaha?

Tergantung pada tingkat risiko dan persyaratan kegiatan usaha. Jika Sertifikat Standar, Izin, atau persyaratan lain diwajibkan, pelaku usaha tetap harus memenuhinya sesuai ketentuan.

3. Apakah Sertifikat Standar risiko menengah tinggi harus terverifikasi?

Secara umum, kegiatan berisiko menengah tinggi membutuhkan Sertifikat Standar yang telah diverifikasi sesuai ketentuan sebelum kegiatan operasional dan/atau komersial yang dipersyaratkan dijalankan.

4. Apakah semua KBLI dalam satu perusahaan memiliki kewajiban yang sama?

Tidak selalu. Setiap kegiatan usaha dapat memiliki tingkat risiko dan persyaratan perizinan yang berbeda. Pemeriksaan perlu dilakukan untuk setiap KBLI dan kegiatan yang dijalankan.

5. Apa yang harus dilakukan jika Sertifikat Standar belum terverifikasi?

Periksa status pada OSS, identifikasi persyaratan yang belum terpenuhi, dan tindak lanjuti catatan verifikasi. Jika penyebabnya belum jelas, lakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap data kegiatan usaha dan dokumen yang diperlukan.

Kesimpulan

Sertifikat Standar wajib dipenuhi berdasarkan tingkat risiko dan ketentuan perizinan untuk kegiatan usaha yang dijalankan. Kegiatan berisiko menengah rendah pada umumnya memerlukan NIB dan pernyataan pemenuhan standar, sedangkan kegiatan berisiko menengah tinggi memerlukan NIB dan Sertifikat Standar yang telah diverifikasi.

Pelaku usaha sebaiknya tidak hanya berpatokan pada status NIB, tetapi juga memeriksa KBLI, tingkat risiko, dan persyaratan yang tercantum di OSS. Pemeriksaan sejak awal dapat membantu mengurangi kesalahan dalam proses pemenuhan legalitas usaha.

Butuh Bantuan Memeriksa Kewajiban Sertifikat Standar?

CPS Consulting membantu pelaku usaha meninjau kebutuhan perizinan, memeriksa kesesuaian KBLI, mengidentifikasi persyaratan, dan mendampingi proses pengurusan Sertifikat Standar OSS sesuai kondisi kegiatan usaha.

Konsultasikan kebutuhan legalitas usaha Anda agar proses pemenuhan perizinan dapat dipersiapkan dengan lebih terarah.

Hubungi CPS Consulting melalui WhatsApp untuk konsultasi Sertifikat Standar OSS.

Klik di sini untuk konsultasi melalui WhatsApp.

CPS AI Avatar

CPS Consulting

CPS AI Assistant

Chat Tim Kami Yuk..