Struktur Organisasi Yayasan: Pembina, Pengurus, dan Pengawas - PT. Cipta Purnama Samudera

Struktur Organisasi Yayasan: Pembina, Pengurus, dan Pengawas

struktur organisasi yayasan, pembina yayasan, pengurus yayasan, pengawas yayasan, tugas pembina yayasan, tugas pengurus yayasan, tugas pengawas yayasan, le

09 Jul 2026 | 150 views



Struktur Organisasi Yayasan: Pembina, Pengurus, dan Pengawas

Mendirikan yayasan bukan hanya tentang mengurus akta dan pengesahan badan hukum. Salah satu hal penting yang harus dipahami adalah struktur organisasi yayasan. Banyak calon pendiri yayasan mengalami kendala saat proses pendirian karena belum memahami perbedaan tugas dan kewenangan Pembina, Pengurus, dan Pengawas.

Padahal, ketiga organ yayasan tersebut merupakan unsur wajib yang diatur dalam Undang-Undang Yayasan dan harus dicantumkan dalam akta pendirian.

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari struktur organisasi yayasan, fungsi masing-masing jabatan, serta ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum mendirikan yayasan.

Butuh Konsultasi Pendirian Yayasan? GRATIS!!!

πŸ“ž WhatsApp: 0877-8810-0016


Apa Itu Struktur Organisasi Yayasan?

Struktur organisasi yayasan adalah susunan organ yang menjalankan dan mengawasi kegiatan yayasan sesuai dengan tujuan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan Undang-Undang Yayasan, terdapat tiga organ utama dalam yayasan, yaitu:

  • Pembina
  • Pengurus
  • Pengawas

Ketiga organ ini memiliki tugas dan kewenangan yang berbeda sehingga tidak dapat dijalankan secara sembarangan.

1. Pembina Yayasan

Pembina merupakan organ tertinggi dalam yayasan. Pembina memiliki kewenangan untuk menentukan arah, kebijakan, serta keputusan penting yang berkaitan dengan yayasan.

Beberapa kewenangan pembina antara lain:

  • Menetapkan perubahan anggaran dasar.
  • Mengangkat dan memberhentikan Pengurus.
  • Mengangkat dan memberhentikan Pengawas.
  • Menetapkan kebijakan umum yayasan.
  • Menyetujui laporan tahunan yayasan.

Karena memiliki kewenangan tertinggi, pembina berperan sebagai pengarah utama dalam kegiatan yayasan.

2. Pengurus Yayasan

Pengurus adalah pihak yang menjalankan operasional yayasan sehari-hari. Dalam praktiknya, pengurus biasanya terdiri dari:

  • Ketua
  • Sekretaris
  • Bendahara

Namun jumlah dan susunannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan yayasan.

Pengurus bertanggung jawab untuk:

  • Menjalankan kegiatan yayasan.
  • Mengelola administrasi yayasan.
  • Mengelola keuangan yayasan.
  • Menyusun program kerja.
  • Membuat laporan kegiatan dan laporan keuangan.

Pengurus menjadi pihak yang paling aktif dalam menjalankan seluruh kegiatan yayasan.

3. Pengawas Yayasan

Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan yayasan. Keberadaan pengawas bertujuan untuk memastikan kegiatan yayasan berjalan sesuai ketentuan hukum dan tujuan pendirian yayasan.

Pengawas memiliki kewenangan untuk:

  • Mengawasi kinerja pengurus.
  • Memberikan saran kepada pengurus.
  • Memeriksa laporan kegiatan yayasan.
  • Memastikan pengelolaan aset dilakukan secara benar.

Pengawas tidak menjalankan operasional harian, tetapi fokus pada fungsi kontrol dan pengawasan.


Hubungan Pembina, Pengurus, dan Pengawas

Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran sederhana hubungan antar organ yayasan:

  • Pembina: Menentukan kebijakan dan keputusan strategis
  • Pengurus: Menjalankan kegiatan operasional yayasan
  • Pengawas: Mengawasi pelaksanaan kegiatan yayasan

Ketiga organ tersebut harus bekerja secara profesional agar yayasan dapat berjalan dengan baik dan sesuai peraturan yang berlaku.


Apakah Satu Orang Bisa Merangkap Jabatan?

Pertanyaan ini sering muncul saat pendirian yayasan.

Secara umum, seseorang tidak dapat merangkap jabatan pada organ yang berbeda apabila hal tersebut bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Karena itu, susunan Pembina, Pengurus, dan Pengawas perlu disusun secara tepat sejak awal pendirian yayasan.


Kendala yang Sering Terjadi Saat Menyusun Struktur Yayasan

Banyak calon pendiri yayasan mengalami beberapa kendala berikut:

Kesalahan Penempatan Jabatan

Sering kali calon pendiri belum memahami perbedaan tugas antara Pembina, Pengurus, dan Pengawas sehingga terjadi kesalahan dalam penyusunan struktur organisasi.

Data Pengurus Tidak Lengkap

Dokumen identitas yang belum lengkap dapat menghambat proses pembuatan akta pendirian.

Susunan Organ Tidak Sesuai Ketentuan

Beberapa pengajuan pendirian yayasan memerlukan revisi karena susunan organ yang diajukan belum memenuhi ketentuan yang berlaku. Akibatnya proses pendirian menjadi lebih lama dan membutuhkan perbaikan dokumen.

Baca Juga: Perkaya Wawasan Anda!


Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menentukan Struktur Yayasan

Sebelum mengurus pendirian yayasan, sebaiknya siapkan:

  • Data identitas seluruh pengurus.
  • Susunan Pembina, Pengurus, dan Pengawas.
  • Tujuan pendirian yayasan.
  • Alamat yayasan.
  • Nama yayasan yang akan digunakan.

Dengan persiapan yang baik, proses pendirian yayasan dapat berjalan lebih cepat dan minim revisi.

πŸ‘‰ Baca juga: Struktur Organisasi Yayasan: Pembina, Pengurus, dan Pengawas


Pelajari Juga Legalitas Yayasan Secara Lengkap

Memahami struktur organisasi hanyalah salah satu bagian dari proses pendirian yayasan. Anda juga perlu mengetahui syarat pendirian, proses pengesahan Kemenkumham, hingga estimasi biaya yang dibutuhkan.

πŸ‘‰ Baca juga: Legalitas Yayasan: Panduan Lengkap Syarat, Proses, dan Biaya Pendirian


Konsultasi Pendirian Yayasan

Jika Anda berencana mendirikan yayasan dan masih bingung menentukan struktur organisasi yang sesuai, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu agar proses pendirian berjalan lebih lancar.

βœ… Konsultasi Pendirian Yayasan
βœ… Pengurusan Akta Yayasan
βœ… Pengesahan Kemenkumham
βœ… Pendampingan Dokumen dan Administrasi

πŸ“ž WhatsApp: 0877-8810-0016

Akbar AI Avatar

PT Cipta Purnama Samudera

CPS AI Assistant

Chat Tim Kami Yuk..