Prosedur Pendaftaran Merek diatur pada Pasal 7 sampai dengan Pasal 27 dari UU Nomor 15 tahun 2001 tentang Merek

Berikut uraian singkat Prosedur Pendaftaran Merek:

  1. Mengisi formulir permohonan yang diajukan secara tertulis kepada Direktora Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI).Permohonan ini bisa dilakukan sendiri atau dikuasakan kepada orang lain;
  2. Melakukan pembayaran biaya permohonan;
  3. Formulir yang sudah diisikan diajukan kepada Dirjen HKI dengan melampirkan:
    1. Surat pernyataan diatas kertas bermeterai cukup yang ditandatangani oleh pemohon (bukan kuasa), yang menyatakan bahwa merek yang dimohonkan adalah miliknya;
    2. Surat kuasa khusus, apabila permohonan pendaftaran diajukan melalui kuasa;
    3. Salinan resmi akte pendirian badan hukum atau fotokopinya yang dilegalisir oleh notaris, apabila pemohon badan hukum.
    4. 24 lembar etiket merek (4 lembar dilekatkan pada formulir) yang dicetak di atas kertas;
    5. Bukti prioritas asli dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, apabila permohonan diajukan menggunakan hak prioritas;
    6. Fotokopi kartu tanda penduduk pemohon;dan
    7. Bukti pembayaran biaya permohonan.
  1. Setelah pengisian formulir permohonan, verifikator dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual akan melakukan pemeriksaan kelengkapan permohonan;
  2. Setelah itu Petugas Loket akan memberikan Bukti Penerimaan Permohonan;
  3. Mengajukan Permohonan Dirjen HKI;
  4. Dirjen HKI kemudian melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi dari permohonan Merek (apabila masih tidak lengkap setelah adanya pemeriksaan, pemohon diberikan waktu 2 bulan untuk melakukan kelengkapan dokumen permohonan sejak tanggal pengiriman surat permintaan untuk memenuhi kelengkapan persyaratan tersebut);
  5. Direktorat Jenderal melakukan pemeriksaan Substantief paling lama 30 hari sejak tanggal penerimaan permohonan;
  6. Pemeriksaan Substantif dari Dirjen HKI yang dilaksanakan paling lama 9 bulan. Pemeriksaan substantief ini meliputi pemeriksaan merek dalam hal:
    • Tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;
    • Tidak memiliki daya pembeda;
    • Telah menjadi milik umum;
    • Merupakan keterangan atau berkaitang dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya.
    • Kesamaan pada pokoknya atau keseluruhan pada merek lain baik yang sudah terdaftar maupun merek terkenal lainnya;
    • Dan lain-lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  1. Apabila hasil pemeriksaan substantief disetujui oleh Direktur Jenderal. Dalam waktu paling lama 10 hari, permohonan tersebut diumumkan dalam Berita Resmi Merek;
  2. Pengumuman berlangsung selama 3 bulan dengan menempatkannya dalam Berita Resmi Merek yang diterbitkan secara berkala oleh Dirjen HKI dan/atau menempatkannya pada saran khusus yang dengan mudah serta jelas dapat dilihat oleh masyarakat yang disediakan oleh Direktorat Jenderal;
  3. Apabila tidak ada keberatan dan/atau sanggahan selama waktu yang diberikan, Direktorat Jenderal menerbitkan dan Memberikan Sertifikat Merek Kepada Permohon atau Kuasanya paling lama 30 hari terhitung sejak tanggal berakhirnya pengumuman.

Prosedur dan jangka waktu pada uraian di atas, diberikan untuk prosedur permohonan Merek tanpa adanya sanggahan/oposisi dari pihak-pihak pemilik Merek terdaftar yang memiliki kesamaan terhadap Merek yang akan didaftarkan.

Ingin mengetahui lebih jauh mengenai prosedur dan biaya pendaftaran merek. Silahkan menghubungi info@biroperizinan.co.id atau 081315019815 (Phone/SMS) / 087788100016 (WA). Terima kasih.